BNPB Catat Karhutla dan Banjir Dominasi Bencana

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan serangkaian kejadian bencana yang melanda sejumlah wilayah Indonesia dalam kurun 21 hingga 22 April 2026. Dalam periode tersebut, bencana hidrometeorologi masih mendominasi, mulai dari kebakaran hutan dan lahan hingga banjir akibat curah hujan tinggi.

Salah satu peristiwa yang menjadi perhatian terjadi di Kabupaten Kutai Barat, tepatnya di Kampung Sekolaq Joleq, Kecamatan Sekolaq Darat. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan menghanguskan sekitar satu hektare area perkebunan milik warga.

- Advertisement -

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat memastikan luas lahan terdampak mencapai satu hektare. Menindaklanjuti kejadian tersebut, tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman.

“BPBD Kabupaten Kutai Barat melaporkan bahwa 1 hektare lahan perkebunan terbakar,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya, Rabu (22/4/2026).

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Kutai Barat mengerahkan sedikitnya tiga unit mobil pemadam kebakaran. Upaya intensif yang dilakukan di lapangan berhasil mengendalikan kobaran api dalam waktu relatif singkat.

- Advertisement -

“Berdasarkan laporan terkini, api telah padam dan situasi aman terkendali,” ucapnya.

Selain karhutla, BNPB juga mencatat kejadian banjir yang melanda wilayah Kabupaten Pasuruan. Banjir dipicu oleh hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut selama kurang lebih dua jam, sehingga menyebabkan meluapnya Daerah Aliran Sungai (DAS) Welang.

Luapan sungai berdampak pada permukiman warga di Kecamatan Kraton dan Kecamatan Pohjentrek. Data sementara mencatat sebanyak 1.320 unit rumah terdampak genangan air dengan ketinggian bervariasi antara 10 hingga 60 sentimeter.

“Tercatat sebanyak 1.320 unit rumah terdampak. BPBD Kabupaten Pasuruan melakukan pendataan dan kaji cepat di lokasi kejadian. Hingga Rabu (22/4), banjir masih menggenangi rumah warga dengan ketinggian 10 hingga 60 sentimeter,” katanya.

BPBD Kabupaten Pasuruan saat ini masih melakukan pendataan dan kaji cepat di lokasi terdampak. Hingga Rabu (22/4), air dilaporkan masih menggenangi sejumlah rumah warga, sementara petugas terus melakukan pemantauan kondisi lapangan serta memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi.

BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Hal ini mengingat kondisi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa waktu ke depan.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

DEN Proyeksikan Ekonomi RI Stabil Tiga Bulan ke Depan

JCCNetwork.id-Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa hasil simulasi ekonomi menunjukkan kondisi perekonomian Indonesia diperkirakan tetap stabil...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER