Bikin Geleng Kepala Subsidi BBM Masih Melenceng, 63% Penikmat Pertalite Ternyata Orang Mampu

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id- Subsidi BBM masih melenceng, 63% penikmat pertalite justru kelas Menengah Atas.  Saat harga BBM naik, semua orang mengeluh. Tapi ketika ada subsidi, justru semua yang tak benar-benar butuh yang merasakannya. Di balik itu, ada fakta yang cukup bikin geleng kepala.

Menurut kajian dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), ternyata 63% pengguna Pertalite justru berasal dari kalangan menengah ke atas. Artinya, subsidi yang seharusnya membantu masyarakat kecil malah banyak dinikmati oleh mereka yang sebenarnya mampu.

- Advertisement -

Kajian soal subsidi BBM masih melenceng ini disampaikan Kepala Center of Industry, Trade and Investment INDEF Andri Satrio Nugroho dalam acara bertajuk Menuju Elektrifikasi Kendaraan Tanpa Bocor Anggaran.

“Berdasarkan kajian INDEF di tahun 2023, sekitar 63% dari mereka yang mengonsumsi Pertalite itu berasal dari rumah tangga berpendapatan menengah ke atas,” ungkapnya  dikutip.

Bayangkan ini, orang dengan penghasilan pas-pasan antre BBM, berharap bisa sedikit menghemat pengeluaran tapi di saat yang sama, orang yang ekonominya jauh lebih kuat ikut menikmati harga murah yang sama.

- Advertisement -

Di sinilah masalah utamanya. INDEF, menjelaskan bahwa akar persoalannya ada pada sistem. Selama ini, subsidi diberikan ke barang, bukan ke orang. Akibatnya? Siapa pun bisa menikmati tanpa benar-benar melihat siapa yang paling membutuhkan.

Dan ini bukan sekadar soal angka. Ini soal keadilan. Karena ketika subsidi salah sasaran, yang seharusnya terbantu malah tetap berjuang sementara yang tidak terlalu butuh justru ikut menikmati.

Lalu muncul pertanyaan besar: Apa solusinya? INDEF mendorong perubahan besar mengubah subsidi dari berbasis barang menjadi berbasis individu. Artinya, bantuan diberikan langsung ke orang yang berhak, lewat sistem by name by address. Sementara harga BBM dibiarkan mengikuti harga pasar.

Dengan cara ini, masyarakat kecil tetap bisa membeli BBM bahkan yang kualitasnya lebih baik karena mereka mendapat bantuan langsung. Sementara yang mampu, tidak lagi “ikut menikmati” subsidi yang bukan untuk mereka.

Tapi di sinilah klimaksnya. Dunia saat ini sedang tidak stabil. Gejolak geopolitik bisa membuat harga minyak melonjak kapan saja. Kalau pemerintah terus mempertahankan subsidi model lama, anggaran negara bisa semakin terbebani bahkan berisiko membengkak.

Jadi pilihannya makin jelas, tapi juga makin sulit: bertahan dengan sistem lama yang bocor atau berani berubah dengan segala risikonya.

Sekarang, coba kamu pikirkan: Lebih adil mana BBM murah untuk semua, atau bantuan langsung khusus untuk yang benar-benar butuh?

Dan menurut kamu, kalau subsidi diubah seperti ini apakah benar-benar akan tepat sasaran, atau justru menimbulkan masalah baru?

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Harga iPhone 2027 Berpotensi Naik

JCCNetwork.id- Harga jajaran iPhone pada 2027 berpotensi kembali mengalami kenaikan seiring meningkatnya biaya komponen memori yang digunakan dalam perangkat. Tekanan tersebut terjadi di tengah...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Relawan Gibran 08 Ingatkan Jangan Jadikan MK Keranjang Sampah
17:00
Video thumbnail
Prabowo Beri Solusi untuk Rakyat, Tapi Keras ke Korporasi
08:04
Video thumbnail
Ketua MK Minta Ketum Militan Gibran 08 Nusantara Tak Usah Terlalu Semangat
08:17
Video thumbnail
Presiden Prabowo Bongkar Ada 8 Perda Menipu
08:30
Video thumbnail
Napi Kelas Sultan? Klaster Mewah Lapas Cibinong, Fortuner hingga Alphard Mejeng di Garasi
08:20
Video thumbnail
Prabowo Bicara di Depan Para Profesor, Akui Keberhasilannya Tak Lepas dari Bimbingan Pakar
08:10
Video thumbnail
Di Depan Profesor, Prabowo Klarifikasi Soal Tuduhan Tak Hormati Pakar
08:02
Video thumbnail
Momen Prabowo Catat Usulan Pakar, Setuju Bentuk Badan Khusus Pengelolaan Gambut
10:11
Video thumbnail
Prabowo Tanggapi Polemik Ucapan “Goblok”: Saya Paling Hormat Sama Pakar #shorts #trending
01:34
Video thumbnail
Detik-Detik Rocky Gerung Bicara Gibran Soroti Peluang Jadi Presiden #shorts #trending
02:00
Video thumbnail
Di Hadapan KAI, DPR Soroti Whoosh: Bikin Compang-Camping KAN?
09:48
Video thumbnail
Dipanggil Mendadak Prabowo ke Istana, Profesor Ini Kaget, Baru Pertama Kali
09:12
Video thumbnail
DPR Sentil Keras KAI, KRL Padat hingga Penumpang Berdesakan: Malu Kita Pak
09:36
Video thumbnail
Rocky Gerung di Depan Menkum Supratman, Inovasi Butuh “Otak yang Edan”
08:47
Video thumbnail
Rocky Gerung Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden, Lalu Tunjuk Foto Prabowo: Hak Patennya di Sini
08:46
Video thumbnail
Prabowo Tanggapi Polemik Ucapan “Goblok”: Saya Paling Hormat Sama Pakar
08:01
Video thumbnail
Mentan Amran Kasih Tips Sukses ke Mahasiswa UIN Jakarta, Singgung Nama Steve Jobs hingga Jack Ma
12:39
Video thumbnail
Cari Solusi Atasi Karhutla, Presiden Prabowo Langsung Tanya Pakar, Langkah Terbaik Apa?
17:05
Video thumbnail
Ipoleksosbudhankamnas Diterapkan Radikal, Benarkah Isu Perampasan Aset Bisa Berubah?
10:20
Video thumbnail
Pemerintah Pastikan Investigasi Proses Pembebasan Bersyarat Bechi
03:51

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER