Rahasia Gelap Terbongkar, Pabrik Pil Koplo Semarang Digerebek

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Kasus menggemparkan terjadi di Kawasan Industri Candi (KIC) Kota Semarang, Jawa Tengah, saat tim gabungan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Deputi 4 Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) menggerebek tiga gudang yang diduga menjadi pabrik pil koplo. Penggerebekan ini mengungkap ratusan juta tablet pil koplo bersama dengan bahan baku farmasi dan mesin pencetaknya senilai Rp321 miliar. Namun, pemilik pabrik dan mesin pencetaknya masih menjadi misteri.

Saat penggerebekan dilakukan, lokasi pabrik terlihat sepi dengan gerbang yang tertutup rapat. Hanya beberapa orang yang terlihat di luar gudang, mungkin melakukan pengawasan. Yang menarik perhatian adalah ketiadaan tersangka atau pekerja di lokasi kejadian, menimbulkan pertanyaan besar mengenai siapa pemilik pabrik ini.

- Advertisement -

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, memberikan pernyataan singkat tentang kejadian ini, menekankan perlunya evaluasi terhadap izin pergudangan yang disalahgunakan untuk kegiatan ilegal semacam ini.

“Kita akan evaluasi dan lakukan pengawasan kembali masalah penggunaan izin tersebut, yakni dengan melibatkan semua pihak agar tidak ada lagi kasus serupa,” ujar Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Sementara itu, Dirresnarkoba Polda Jawa Tengah, Kombes Muhammad Anwar Nasir, menyatakan bahwa kepolisian tidak terlibat dalam penggerebekan ini dan baru mengetahui kasus setelahnya.

- Advertisement -

“Kami tidak dilibatkan, tetapi kami perintahkan anggota untuk mendukung kegiatan tersebut dan sifatnya hanya backup saja,” kata Anwar Nasir.

Meskipun kepolisian tidak terlibat dalam penggerebekan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang telah memimpin penyidikan secara penuh terhadap kasus ini.

“Kami siap mendukung dan membantu penyelidikan lebih lanjut, tetapi sampai saat ini belum ada permintaan dari BPOM,” tambahnya.

Dalam pembongkaran kasus itu, menurut Muhammad Anwar Nasir, sama sekali tidak mendapatkan informasi. Pasalnya, kasus ini sepenuhnya pengembangan oleh tim dari Jakarta dan bahkan tidak mengetahui adanya aktivitas pabrik obat terlarang karena itu kawasan pergudangan.

Kasus ini menggambarkan kerjasama antar lembaga dalam menangani kejahatan terkait obat-obatan ilegal. Namun, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab, termasuk siapa dalang di balik operasi ilegal ini dan bagaimana bisa mereka beroperasi begitu besar tanpa diketahui oleh pihak berwenang.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Kejagung Sita Aset Mewah dalam Kasus Korupsi IUP PT QSS

JCCNetwork.id- Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah mengusut dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT QSS di Kalimantan Barat. Dalam penyidikan tersebut,...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER