Ahli Gizi Singgung Pola Makan dan Minuman Manis Meningkat Sebelum Ada MBG

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Sidang lanjutan uji materi terkait penggunaan anggaran pendidikan dalam APBN 2026 untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Mahkamah Konstitusi (MK) diwarnai pemaparan kondisi gizi anak Indonesia yang masih menghadapi tantangan besar. Ahli gizi Dr. Doddy Izwardy menyampaikan bahwa intervensi terhadap anak usia sekolah harus dilakukan secara hati-hati karena Indonesia masih menghadapi beban ganda masalah gizi, yakni stunting di satu sisi dan kelebihan berat badan atau obesitas di sisi lain.

Dalam keterangannya, Doddy memaparkan bahwa pada 2018 prevalensi stunting pada anak usia 5–12 tahun mencapai 23,6 persen. Sementara itu, prevalensi gemuk dan obesitas pada kelompok usia yang sama mencapai sekitar 20 persen. Pada remaja usia 13–15 tahun, angka kelebihan berat badan dan obesitas mencapai 25,7 persen.

- Advertisement -

Ia juga menyoroti masih lebarnya kesenjangan antara wilayah perdesaan dan perkotaan. Menurutnya, prevalensi stunting pada anak usia 5–12 tahun di perdesaan mencapai 28,8 persen, lebih tinggi dibandingkan perkotaan yang sebesar 19 persen. Sementara itu, prevalensi gemuk dan obesitas pada kelompok usia tersebut mencapai 22,4 persen di perdesaan dan 17,4 persen di perkotaan.

Kondisi serupa juga terjadi pada remaja usia 13–15 tahun. Di perdesaan, prevalensi stunting mencapai 32,1 persen, sedangkan di perkotaan sebesar 20,1 persen. Untuk kasus gemuk dan obesitas pada kelompok usia tersebut tercatat sekitar 13,6 persen.

Doddy mengingatkan bahwa kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko penyakit tidak menular di masa depan. Di sisi lain, perilaku hidup sehat anak-anak Indonesia juga masih rendah. Ia menyebut hanya sekitar 3,2 persen anak yang memenuhi anjuran konsumsi buah dan sayur.

- Advertisement -

Meski demikian, ia menilai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis selama sekitar 16 bulan menunjukkan sejumlah perkembangan positif. Program tersebut dinilai mendorong peningkatan konsumsi buah dan sayur, memperbaiki kebiasaan mencuci tangan, meningkatkan aktivitas hidup sehat, serta berkontribusi terhadap penanganan berbagai persoalan kesehatan pada anak usia sekolah.

Namun, Doddy juga mengungkap adanya tren yang perlu menjadi perhatian. Berdasarkan data yang dipaparkannya, konsumsi makanan manis justru meningkat dari 47,8 persen menjadi 56,2 persen. Konsumsi minuman manis juga naik dari 30,2 persen menjadi 43,5 persen, sementara konsumsi makanan tinggi garam meningkat dari 43 persen menjadi 52 persen.

Menurutnya, temuan tersebut menunjukkan bahwa tantangan gizi anak sekolah tidak hanya berkaitan dengan kekurangan gizi, tetapi juga semakin tingginya paparan terhadap pangan yang tidak sehat. Karena itu, ia menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tetap merupakan langkah yang baik, namun harus dibarengi dengan kebijakan yang lebih komprehensif.

“Intervensi bagi anak sekolah harus diposisikan sebagai agenda perbaikan gizi sekaligus pencegahan penyakit tidak menular,” ujar Doddy dalam persidangan.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Shin Tae-yong Waspadai Persita, Persija Bidik Poin Penuh

JCCNetwork.id- Persija Jakarta akan menghadapi tantangan berat saat melawat ke markas Persita Tangerang pada pekan kelima BRI Super League 2026/2027. Pertandingan yang mempertemukan dua...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Ijazah Gibran Terus Disorot, Pelapor Heran Denny Indrayana Cs Tak Persoalkan Pendidikan Prabowo
09:18
Video thumbnail
Tukang Sumur Adukan 9 Hakim MK ke MKMK, Minta Diberi Sanksi Imbas Sidang Ijazah Gibran
10:10
Video thumbnail
Maruli Terima Tugas BNPPDT dari Tito, Ini Barisan Jenderal TNI-Polri yang Diperkenalkan
12:42
Video thumbnail
Menko Polkam Ungkap 97 Perusahaan Terindikasi Terkait Karhutla #shorts #trending
01:11
Video thumbnail
Menko Polkam Beberkan 97 Perusahaan Terkait Karhutla Sebut Sudah Diproses Hukum
08:52
Video thumbnail
Malaysia Ajak ASEAN Protes Indonesia soal Kabut Asap, Begini Respons Pemerintah
09:38
Video thumbnail
Kenapa Karhutla Belum Jadi Bencana Nasional? Ini Penjelasan Menko Polkam #shorts #trending
00:49
Video thumbnail
Kenapa Karhutla Belum Jadi Bencana Nasional? Ini Penjelasan Menko Polkam
09:15
Video thumbnail
Karhutla Disorot Malaysia, Ini Kata Tito #shorts #trending
01:48
Video thumbnail
Momen Haru Mentan Amran Peluk Mahasiswa Anak Yatim, Ternyata Punya Kerjaan Sampingan #shorts
01:33
Video thumbnail
Menko Polkam Sampaikan Situasi Terkini, Begini Kondisi Keamanan Indonesia
17:39
Video thumbnail
Bikin Haru! Mentan Amran Peluk Mahasiswa S2 Anak Yatim, Beri Dukungan Penuh
09:50
Video thumbnail
Momen Jenderal Maruli Resmi Emban Tanggung Jawab Kepala BNPPDT
08:17
Video thumbnail
KPK Beberkan Peran Eks Kepala BNPB dalam Kasus Dana Bencana
18:52
Video thumbnail
Momen Prabowo Sambut Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
01:34
Video thumbnail
Blak-blakan Bahlil Ungkap Keimanan Ketua Umum PIKI Sekaligus Menteri Ara Naik Tiga Derajat
09:27
Video thumbnail
Aturan Prajurit TNI Diadili di Peradilan Militer Berubah Ada Batas Waktu 2 Tahun untuk Berbenah
10:03
Video thumbnail
JPPI: Program MBG Harus Jadi Penggerak Ekonomi Lokal, Petani hingga Peternak Wajib Diberdayakan
09:32
Video thumbnail
Nusron Wahid Dua Kali Tak Hadir Pemeriksaan KPK, Bakal Dijemput Paksa? Ini Kata KPK
09:14
Video thumbnail
JPPI Minta Keamanan Pangan MBG Diperketat, Evaluasi Dapur SPPG Harus Rutin #shorts #trending
01:52

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER