JCCNetwork.id – Direktur Eksekutif DPN LKPHI, Ismail Marasabessy ikut menyoroti polemik tindak pidana perdagangan orang (human trafficking) dengan modus mengirim mahasiswa magang ke Jerman melalui program Ferienjob yang belakang cukup meresahkan masyarakat.
Mereka mengapresiasi dan memuji kinerja Bareskrim Polri Komando Wakabareskrim Irjen Pol. Asep Edi Suheri yang bergerak cepat dalam mengungkap TPPO dengan modus mengirim mahasiswa magang ke Jerman tersebut.
“Kasus ini memang kita tau ya belakang jadi perbincangan di masyarakat. Namun, Alhamdulillah Polri bergerak cepat untuk mengatasinya. Kami sangat mengapresiasi kerja cepat Polri untuk mengungkap kasus ini,” ujar Ismail kepada JCCNetwork.id, Jumat (29/3).
Ismail berharap, Polri juga akan mengungkap secara tuntas kasus tersebut sampai ke akar- akarnya.
Selain itu juga, mereka meminta Polri menangkap pihak-pihak yang terlibat atau berada di balik kasus yang mengatasnamakan magang ini, terlebih diketahui melibatkan 33 universitas di Indonesia.
“Kasus Ferienjob harus diungkap secara tuntas, karena korban nya ribuan mahasiswa, tentu ini sebuah kezaliman dan ia berharap hal semacam ini tidak akan kembali terjadi dikemudian hari,” ungkapnya.
Menurut Ismail, belum ada sejarah Indonesia ada kasus kejahatan sebesar ini. Apalagi, kasus tersebut melibatkan lembaga pendidikan tinggi (universitas) di tanah air.
“Olehnya kami meminta dengan hormat kepada Kepala Satgas TPPO yang mewakili langsung Kapolri untuk menjadi kasatgas agar meindak secara tegas para oknum yang terlibat dalam modus penjualan Manusia tersebut,” tegasnya.
Bareskrim Polri sebelumnya mengungkap TPPO dengan modus mengirim mahasiswa magang ke Jerman melalui program Ferienjob. Program itu sudah memberangkatkan sebanyak 1.047 mahasiswa.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan bahwa saat ini seluruh korban mahasiswa ada di Indonesia. Sebab, menurut dia, program itu rampung pada akhir tahun lalu.























