Pape Gueye Vakum dari Timnas Senegal

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Gelandang Senegal, Pape Gueye, memutuskan untuk menghentikan sementara kiprahnya bersama tim nasional.

Keputusan itu diambil setelah Senegal gagal melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 dan dipastikan tersingkir dari turnamen.

- Advertisement -

Senegal harus mengakui keunggulan Belgia dengan skor 2-3 melalui babak perpanjangan waktu dalam laga yang berlangsung pada Kamis (2/7/2026) pagi WIB.

Tim berjuluk Singa Teranga sempat memimpin 2-0 berkat gol Habib Diarra dan Ismaila Sarr sebelum Belgia menyamakan kedudukan lewat Romelu Lukaku dan Youri Tielemans.

Belgia kemudian memastikan kemenangan melalui penalti Youri Tielemans pada menit ke-120+5.

- Advertisement -

Keputusan wasit memberikan hadiah penalti di penghujung laga memicu kontroversi sekaligus mengakhiri perjuangan Senegal di Piala Dunia 2026.

Dalam pertandingan tersebut, Gueye tampil sejak menit awal sebelum digantikan Lamine Camara pada menit ke-66.

Tak lama setelah laga usai, gelandang Villarreal itu menyampaikan sikapnya melalui media sosial.

Gueye menegaskan tidak akan memperkuat tim nasional selama staf pelatih yang dipimpin Pape Thiaw masih menangani Senegal.

“Saya akan kembali untuk menyampaikan beberapa hal mengenai kegagalan ini. Tetapi, hari ini saya mengumumkan bahwa selama staf pelatih ini masih menangani tim, saya akan mengambil jeda dari tim nasional,” tulis Gueye dalam unggahan itu.

Pemain berusia 27 tahun tersebut telah mengoleksi 45 penampilan bersama Senegal dan mencetak dua gol.

Salah satu golnya lahir saat Senegal mengalahkan Irak pada fase grup Piala Dunia 2026.

Keputusan Gueye diperkirakan semakin menambah tekanan terhadap pelatih Pape Thiaw yang mulai menangani Senegal sejak Desember 2024.

Sebelumnya, Thiaw juga menjadi sorotan usai insiden pada final Piala Afrika 2025.

Saat itu, ia sempat menarik tim keluar lapangan setelah Maroko mendapat hadiah penalti pada masa injury time.

Pertandingan dilanjutkan sekitar 17 menit kemudian setelah para pemain Senegal kembali ke lapangan.

Penalti Brahim Diaz berhasil digagalkan sebelum Gueye mencetak gol kemenangan di babak tambahan.

Namun, pada Maret 2025, Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) membatalkan hasil pertandingan tersebut.

CAF menyatakan Senegal bersalah karena meninggalkan lapangan sebelum laga berakhir dan menetapkan Maroko sebagai juara Piala Afrika 2025.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Harga Minyak Dunia Anjlok ke Level Terendah

JCCNetwork.id – Harga minyak dunia kembali mengalami tekanan pada perdagangan Kamis (2/7/2026). Penurunan lebih dari satu persen membuat harga minyak mentah menyentuh posisi terendah dalam...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER