Tapir Dilindungi Dibunuh, Empat Pelaku Diciduk

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Empat warga ditangkap aparat kepolisian setelah diduga terlibat dalam pembunuhan seekor tapir yang muncul di Jalan Lintas Register 45, Kabupaten Mesuji, Lampung.

Satwa liar yang berstatus dilindungi itu dilaporkan mati setelah ditombak dan disembelih, kemudian dagingnya dibagikan kepada warga.

- Advertisement -

Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah video kemunculan tapir berukuran besar itu beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman, tapir bercorak hitam putih terlihat berjalan di badan jalan, sementara sejumlah pengendara memperlambat laju kendaraan dan berhenti untuk menyaksikan keberadaan satwa tersebut.

Situasi kemudian berubah ketika salah seorang warga mengejar tapir dan menyerangnya menggunakan tombak.

- Advertisement -

Setelah itu, beberapa orang diduga menyembelih satwa tersebut hingga mati sebelum membagikan dagingnya kepada masyarakat sekitar.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu menyatakan masih mendalami informasi terkait insiden tersebut untuk memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh.

“Ya, kami sudah dapat informasinya bahwa tapir yang viral di Mesuji telah mati disembelih warga. Saat ini tim kami juga telah menuju lokasi untuk berkomunikasi dengan Polres serta melakukan peninjauan langsung,” kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Lampung BKSDA Bengkulu Itno Itoyo saat dihubungi dari Bandarlampung, Jumat.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Lampung BKSDA Bengkulu, Itno Itoyo, mengatakan pihaknya telah menerima laporan mengenai kematian tapir yang viral di Mesuji dan langsung mengirim tim ke lokasi.

Menurut Itno, tim BKSDA telah berkoordinasi dengan Polres setempat serta melakukan peninjauan lapangan guna mengumpulkan informasi dan memastikan fakta-fakta di lokasi kejadian.

Sebelumnya, BKSDA menerima potongan video pada Kamis (2/7) pagi yang memperlihatkan tapir melintas di Jalan Lintas Register 45, Kabupaten Mesuji.

Dari rekaman awal tersebut, warga tampak berupaya mengarahkan atau menyelamatkan satwa itu.

Menindaklanjuti informasi tersebut, BKSDA mengaku telah menyampaikan imbauan melalui media sosial agar masyarakat tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan satwa liar maupun mengancam keselamatan warga.

“Maka kami telah melakukan imbauan melalui media sosial untuk mencegah masyarakat melakukan tindakan yang dapat membahayakan satwa liar maupun keselamatan warga,” katanya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

DPR Sentil Keras KEK Mandalika Anggaran Triliunan Tapi Medsos Sepi Like

JCCNetwork.id- Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menyoroti efektivitas promosi digital Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER