Fadly Henga Tetap Kejar Mimpi di Tengah Ancaman Sanksi

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Karier pesepakbola muda Fadly Alberto Henga tengah menjadi sorotan setelah insiden keras yang melibatkan dirinya dalam ajang pembinaan usia muda. Eks pemain Timnas Indonesia U-17 itu kini harus menghadapi proses disipliner sambil berupaya menjaga asa untuk tetap berkarier di level profesional.

Insiden tersebut terjadi dalam kompetisi Elite Pro Academy U-20, saat Fadly melakukan tendangan keras bergaya kungfu ke arah pemain Dewa United U-20, Raka Nurholis. Aksi itu langsung menuai perhatian dan berujung pada penanganan oleh Komite Disiplin PSSI yang kini tengah memproses sanksi terhadap sang pemain.

- Advertisement -

Meski demikian, kedua pemain disebut telah menyelesaikan persoalan secara pribadi melalui jalur damai. Namun proses disiplin tetap berjalan sesuai regulasi yang berlaku di federasi sepak bola nasional.

Dalam keterangannya, Fadly mengakui insiden tersebut menjadi pelajaran penting dalam perjalanan kariernya. Pemain berusia 17 tahun itu menilai kejadian tersebut sebagai momen refleksi untuk memperbaiki sikap di dalam maupun luar lapangan.

“Tentunya yang terjadi sekarang menjadi pengalaman berharga buat saya, karena ini juga enggak pernah saya pikirkan bisa sampai begini,” kata Fadly dikutip, Sabtu (25/4/2026).

- Advertisement -

“Kalau untuk cita-cita saya sebagai pemain sepakbola tetap saya terus kejar meskipun banyak rintangan seperti sekarang,” tambahnya.

Ia menegaskan, kejadian tersebut tidak akan memadamkan ambisinya untuk berkembang sebagai pesepakbola profesional. Fadly menyebut dirinya akan terus berlatih dan berusaha menunjukkan kedewasaan dalam menghadapi berbagai tantangan yang datang.

“Mungkin ini juga musibah buat saya, cobaan, dan saya akan terus bekerja keras sebagaimana saya sampai sekarang,” tandasnya.

Lebih lanjut, ia juga menyadari bahwa konsekuensi dari tindakan tersebut harus diterima, termasuk keputusan pencoretan dari skuad Timnas Indonesia U-20. Kendati demikian, ia berkomitmen untuk bangkit dan berjuang merebut kembali kepercayaan agar dapat kembali memperkuat tim nasional di masa mendatang.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi pembinaan pemain muda tentang urgensi sportivitas dan pengendalian emosi di lapangan. Federasi diharapkan dapat mengambil langkah tegas sekaligus edukatif agar insiden serupa tidak kembali terulang dalam kompetisi usia dini.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Tiga Pelaku Jambret Ponsel Turis Asing Dibekuk

JCCNetwork.id- Aparat kepolisian dari Polres Metro Jakarta Pusat berhasil mengungkap kasus penjambretan yang menimpa seorang warga negara asing asal Jerman di kawasan Sawah Besar,...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER