JCCNetwork.id- Ketua Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa), Kanjeng Pangeran Norman, mengkritik keras sikap politik Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais yang dinilai terlalu sarat kecurigaan dan berlebihan dalam menilai dinamika politik nasional, khususnya terkait desakan pencopotan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Norman menilai Amien Rais kerap mencampuradukkan kritik politik dengan prasangka berlebihan. Menurutnya, hampir semua kebijakan dan aktor politik di luar lingkaran Amien Rais selalu dicurigai, seolah menjadi ancaman bagi demokrasi.
“Semua hal di luar gerbongnya selalu diurusin dan dicurigai. Kalau memang benar-benar murni berpolitik dan ingin membangun bangsa, seharusnya beliau fokus membesarkan Partai Ummat agar bisa masuk parlemen,” ujar Norman, Kamis (6/2/2026).
Norman menegaskan, desakan Amien Rais agar Presiden Prabowo Subianto segera mencopot Kapolri cenderung melampaui batas kewenangan. Ia mengingatkan bahwa pengangkatan dan pemberhentian Kapolri merupakan hak prerogatif Presiden yang tidak bisa ditekan oleh opini politik personal.
“Soal desakan copot Kapolri itu terlalu berlebihan. Itu hak prerogatif Presiden. Jangan semua hal dilihat dengan kacamata curiga,” tegasnya.
Lebih lanjut, Norman menilai Amien Rais keliru dalam memahami posisi dan peran Polri dalam sistem ketatanegaraan. Ia menekankan bahwa Polri menjalankan politik kenegaraan, bukan politik praktis.
“Polri itu bekerja dalam kerangka politik negara, bukan politik partai atau golongan. Kebijakan dan tindakannya ditujukan untuk kepentingan negara, stabilitas nasional, dan keamanan masyarakat. Ini berbeda dengan politik praktis yang dimainkan elite,” kata Norman.
Menurutnya, kepercayaan Presiden Prabowo terhadap Jenderal Listyo Sigit Prabowo justru mencerminkan pertimbangan rasional di tengah situasi nasional yang kompleks. Norman menilai Kapolri mampu dengan cepat menerjemahkan dan mengeksekusi perintah Presiden untuk menjaga stabilitas keamanan nasional.
“Wajar jika Presiden Prabowo masih percaya kepada Kapolri. Dalam kondisi negara yang penuh tantangan, Listyo terbukti mampu mendelivery perintah Presiden secara cepat dan efektif untuk mengamankan stabilitas termasuk mensukseskan program MBG,” ujarnya.
Sebelumnya, Amien Rais kembali melontarkan kritik keras dari luar lingkar kekuasaan dengan menyasar langsung Presiden Prabowo Subianto. Dalam pernyataan panjang yang beredar luas, awalnya ia memuji langkah Prabowo yang mengundang tokoh-tokoh kritis dan oposisi ke kediamannya di Kertanegara pada 30 Januari 2026.
Namun pujian tersebut disertai peringatan keras agar Prabowo tidak menjadi pemimpin yang ragu-ragu dan berada di bawah bayang-bayang rezim sebelumnya. Amien bahkan secara terbuka mendesak Presiden segera mencopot Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, seraya menyindir bahwa Presiden tidak boleh berlagak pilon dan harus menunjukkan keberanian politik melalui keputusan konkret.

















