Polisi Tangkap Pelaku Penculikan dan Pembunuhan Anak 7 Tahun di Kutai Timur

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Kepolisian Daerah Kalimantan Timur berhasil menangkap seorang pria berinisial MY (32) yang diduga terlibat dalam kasus penculikan, kekerasan seksual, dan pembunuhan terhadap seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun di Kabupaten Kutai Timur. Penangkapan dilakukan setelah pelaku sempat melarikan diri usai membawa korban dari lingkungan tempat tinggalnya.

Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Endar Priantoro mengungkapkan bahwa pelaku diamankan oleh tim gabungan kepolisian di kawasan Kampung Baru, Kecamatan Balikpapan Barat, pada Rabu (3/6/2026). Sebelum ditangkap, MY diketahui berupaya menghindari pengejaran aparat dengan meninggalkan wilayah Kutai Timur menuju Kota Balikpapan.

- Advertisement -

“Kami berkoordinasi dengan Polres Kutai Timur untuk mengejar pelaku yang mencoba kabur dari kejaran petugas,” kata Kepala Polda Kalimantan Timur Inspektur Jenderal Polisi Endar Priantoro saat konferensi pers di Balikpapan, Kamis, 4 Juni 2026, melansir Antara.

Kasus tersebut bermula ketika korban berinisial MR (7) dilaporkan hilang. Aparat kemudian melakukan penyelidikan intensif dengan mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri sejumlah rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi. Dari hasil analisis CCTV, petugas menemukan petunjuk penting yang mengarah pada seorang pengendara sepeda motor yang diduga membawa korban secara paksa.

Berbekal rekaman tersebut, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku dan melakukan pengejaran hingga akhirnya menangkap MY di Balikpapan.

- Advertisement -

Dalam pemeriksaan awal, tersangka mengaku meninggalkan korban di area belakang Masjid Agung Al Farouq, Sangatta. Pengakuan itu langsung ditindaklanjuti aparat dengan melakukan pencarian di sekitar lokasi yang disebutkan.

Hasil penyisiran kemudian mengarah pada penemuan jasad korban yang mengambang di sebuah parit dengan kedalaman sekitar dua meter pada Rabu (3/6/2026). Temuan tersebut mengakhiri pencarian yang dilakukan aparat bersama masyarakat sejak korban dinyatakan hilang.

“Menindaklanjuti pengakuan tersebut, petugas segera melakukan penyisiran hingga akhirnya menemukan jasad korban mengambang di sebuah parit sedalam dua meter pada Rabu, 3 Juni,” jelas Endar.

Polisi selanjutnya melakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim forensik Rumah Sakit Kudungga Sangatta, korban meninggal dunia akibat tenggelam setelah saluran pernapasannya kemasukan air.

Namun demikian, hasil autopsi juga menemukan sejumlah luka memar pada tubuh korban yang diduga akibat kekerasan fisik sebelum korban meninggal dunia. Selain itu, tim medis menemukan indikasi adanya tindakan kekerasan seksual yang dialami korban.

“Hasil autopsi tim medis juga memperlihatkan adanya indikasi kekerasan tumpul berupa luka memar pada beberapa bagian tubuh serta adanya tanda pelebaran otot akibat kekerasan seksual,” ungkap Endar.

Penyidik menduga pelaku tidak hanya berniat menculik korban, tetapi juga berupaya memperoleh keuntungan ekonomi melalui permintaan tebusan kepada keluarga korban. Dugaan tersebut diperkuat dengan ditemukannya barang bukti berupa secarik kardus yang berisi pesan ancaman dan permintaan sejumlah uang.

Selain itu, polisi turut menyita sejumlah barang yang diduga digunakan pelaku saat menjalankan aksinya, antara lain satu unit sepeda motor, jaket ojek daring, serta helm berwarna merah yang terekam dalam rekaman kamera pengawas.

Menurut hasil penyelidikan sementara, motif kejahatan diduga dipicu oleh masalah ekonomi yang dihadapi tersangka. Di sisi lain, penyidik juga mendalami unsur penyimpangan seksual yang diduga menjadi faktor lain dalam tindak pidana tersebut.

Saat ini MY telah ditahan di Rumah Tahanan Polres Kutai Timur untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Penyidik masih melengkapi berkas perkara serta mendalami kemungkinan adanya fakta-fakta lain yang berkaitan dengan rangkaian kejahatan tersebut.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan sejumlah pasal berlapis, termasuk ketentuan dalam Undang-Undang Perlindungan Anak dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Ancaman hukuman yang menanti pelaku mencapai 15 tahun penjara.

Kepolisian menegaskan akan mengusut kasus tersebut secara menyeluruh guna memastikan seluruh unsur pidana yang terjadi dapat terungkap dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

58 WNI Jadi Korban Sindikat Tentara Bayaran Rusia

JCCNetwork.id- Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengungkap praktik sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang merekrut puluhan warga negara Indonesia (WNI) untuk dijadikan tentara...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
RUU Perampasan Aset Harus Bisa Sita Hasil Kejahatan dari Penipuan Umrah Hingga Arisan Bodong
11:26
Video thumbnail
Isu Transfer Bank Kena Pajak, Suahasil Ungkap Fakta Sebenarnya #shorts #trending
01:47
Video thumbnail
Isu Transfer Bank Kena Pajak, Suahasil Ungkap Fakta Sebenarnya
10:33
Video thumbnail
Emak Emak Curhat ke Menteri Gegara Notaris Diduga Terbitkan 21 Surat Tanpa Saksi
09:59
Video thumbnail
Pemerintah Siapkan Rekrutmen CPNS November 2026, Ini Pesan Mensesneg #shorts #trending
01:20
Video thumbnail
Pemerintah Siapkan Rekrutmen CPNS November 2026, Ini Pesan Mensesneg
11:25
Video thumbnail
Penantian Berbuah Manis, Nasib PPPK Guru, Damkar hingga Nakes Kini Jadi Penuh Waktu #shorts#trending
01:41
Video thumbnail
Pemerintah Putuskan PPPK Guru, Damkar hingga Nakes Diangkat Jadi Penuh Waktu
11:26
Video thumbnail
Lawan Mafia Beras, Mentan Amran Siapkan Hadiah Buat Warga yang Berani Lapor #shorts #trending
01:54
Video thumbnail
Mentan Amran Siapkan Hadiah bagi Warga yang Berani Laporkan Mafia Beras SPHP
08:05
Video thumbnail
Tersangka Penyadapan Prabowo Bertambah, Irjen SU Diduga Beri Izin kepada Irjen AS #shorts #trending
02:01
Video thumbnail
Kasus Sadap Prabowo Kian Melebar, Irjen SU Diduga Izinkan Irjen AS Lakukan Penyadapan
05:44
Video thumbnail
Detik-Detik Gubernur Sherly Tampil Cantik di Hadapan Tim Kemendagri saat Presentasi
12:28
Video thumbnail
Di Tengah Gejolak Internal Polri, Suyudi Dapat Dukungan dan Bimbingan dari Para Senior #shorts
01:28
Video thumbnail
Di Tengah Kasus Penyadapan, Suyudi Dapat Dukungan Barisan Jenderal Senior Eks Kapolri
02:32
Video thumbnail
Rocky Gerung Blak-blakan soal Penyadapan, Mau Beli Alat Sadap agar Tak Disadap #shorts #trending
01:52
Video thumbnail
Singgung Kasus Penyadapan, Rocky Gerung Sebut Mau Beli Alat Sadap agar Tak Disadap
08:26
Video thumbnail
Pedas, Amran Sindir Pengamat yang Tak Percaya Ada Mafia, Sampai Bilang Begini #shorts #trending
01:16
Video thumbnail
Pedas, Amran Sindir Pengamat yang Tak Percaya Ada Mafia, Sampai Bilang Begini
08:46
Video thumbnail
Sorotai Gejolak Internal Polri, Menko Dudung Minta Masyarakat Jangan Resah #shorts #trending
01:50

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER