JCCNetwork.id- Presiden RI Prabowo Subianto melakukan perombakan jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dengan menunjuk sejumlah pejabat baru untuk memperkuat pelaksanaan program strategis pemerintah di bidang pemenuhan gizi masyarakat. Dalam susunan kepemimpinan terbaru yang diumumkan pada Selasa (2/6) malam, Agustina Arumsari dipercaya mengemban tugas sebagai Wakil Kepala BGN.
Penunjukan Agustina menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk memperkuat tata kelola, pengawasan, serta efektivitas pelaksanaan program-program BGN yang saat ini menjadi salah satu prioritas nasional. Kehadiran figur yang memiliki latar belakang panjang di bidang pengawasan dan investigasi keuangan dinilai dapat mendukung upaya peningkatan akuntabilitas lembaga tersebut.
Agustina bukan sosok baru di lingkungan pengawasan pemerintahan. Sebelum dipercaya menduduki posisi strategis di BGN, ia menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan sejak dilantik pada 19 Februari 2025.
Karier Agustina di BPKP terbilang panjang dan berjenjang. Ia memulai pengabdiannya sebagai aparatur pengawasan pemerintah setelah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Perempuan tersebut meraih gelar Diploma III pada 1992 dan kemudian melanjutkan pendidikan Diploma IV di institusi yang sama hingga lulus pada 1998.
Tak hanya menempuh pendidikan di bidang akuntansi dan keuangan negara, Agustina juga memperkuat kompetensinya melalui pendidikan pascasarjana. Ia berhasil meraih gelar Magister Hukum dari Universitas Indonesia pada 2014, yang melengkapi kapasitasnya dalam bidang pengawasan dan penegakan tata kelola pemerintahan.
Dalam perjalanan kariernya, Agustina pernah menduduki berbagai posisi penting yang berkaitan dengan investigasi dan pengawasan keuangan negara. Ia mengawali tugas di lapangan sebagai Asisten Pengawas Keuangan dan Pembangunan Madya pada Perwakilan BPKP Provinsi Sumatra Barat.
Pengalaman tersebut menjadi modal bagi Agustina untuk terus menapaki jenjang kepemimpinan di lembaga pengawasan internal pemerintah tersebut. Pada 2017, ia dipercaya menjabat Direktur Investigasi Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah. Posisi itu menempatkannya dalam berbagai penanganan kasus yang berkaitan dengan pengawasan dan evaluasi pengelolaan keuangan pada perusahaan-perusahaan milik negara maupun daerah.
Dua tahun kemudian, Agustina kembali mendapat kepercayaan sebagai Direktur Investigasi III. Jabatan tersebut semakin memperkuat rekam jejaknya dalam bidang investigasi dan audit khusus. Kariernya terus menanjak hingga pada 2020 ia ditunjuk sebagai Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi, salah satu posisi strategis yang bertanggung jawab dalam pengawasan serta penanganan berbagai indikasi penyimpangan keuangan negara.
Dengan pengalaman panjang di sektor pengawasan, Agustina diharapkan mampu memperkuat sistem pengendalian internal dan tata kelola di Badan Gizi Nasional. Kehadirannya juga dinilai penting dalam memastikan berbagai program prioritas pemerintah, termasuk program pemenuhan gizi masyarakat dan makan bergizi, berjalan secara efektif, tepat sasaran, serta akuntabel.
Perombakan struktur pimpinan BGN yang dilakukan Presiden Prabowo menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperkuat kelembagaan dan meningkatkan kinerja program-program strategis nasional. BGN sendiri memiliki peran penting dalam mendukung agenda pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas gizi masyarakat di berbagai daerah Indonesia.























