Belajar dari Keserdehanaan Presiden Ke-7 Jokowi Widodo

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Catatan awal Januari 2026 : KP Norman Hadinegoro, SE,MM

Mencari sosok Pemimpin yang sederhana dan hidup bersahaja di negeri kita kalau tidak berlebihan bisa diibaratkan mencari jarum dalam tumpukkan jerami. Jarang-jarang ada.

- Advertisement -

Namun Joko Widodo (Jokowi), Presiden RI ke 7 saat ini telah menunjukkan kepada kita. Bahwa dirinya bukan seperti kebanyakan pejabat yang suka mentang-mentang. Jadi pejabat harus banyak gaya. Menjaga jarak dengan rakyatnya.

Jokowi yang selalu mengaku orang ndeso itu tak banyak berubah. Sebelum jadi pejabat dan setelah punya jabatan jadi orang nomor satu di Indonesia dikenal mancanegara. Tetap santai dalam kesederhanaannya. Bukan hanya penampilannya yang sederhana. Wajahnya pun masuk kategori sederhana saja.

Gaya sederhananya tampak dalam kesehariannya. Kalau tidak pakai pakaian dinas, ya kemeja putih dan celana hitam atau batik. Tak ketinggalan sepatu harga murah yang itu-itu saja. Tidak macam-macam dengan memoles wajahnya yang ndeso itu agar tampak kinclong.

- Advertisement -

Bicaranya tetap bergaya apa adanya. Tidak digaya-gayakan agar mirip pejabat kebanyakan. Bahasanya masih tetap ndeso saja. Jokowi tidak pernah jaga image alias jaim dengan statusnya. Tertawa lepas atau kelihatan bingung. Apa adanya.

Sebagai Presiden RI Joko Widodo tidak pernah mau diistimewakan dengan pelayanan bintang lima. Biasanya yang namanya pejabat tentu berharap dilayani secara istimewa.

Jokowi, makan pun tidak ragu dengan pisang atau kacang rebus. Minum kopi di warung warga pun dilakoninya dengan tidak risih dan dibuat-buat. Karena dasarnya memang sudah sederhana.

Satu lagi kesederhana yang patut ditiru adalah masih berani mengaku malu ketika sosoknya difilmkan. Jokowi merasa dirinya belum pantas.

Tidak berlebih bila Jokowi dianggap pemimpin yang membumi diseluruh Mancanegara. Mau membaur dan turun menemui warga dengan blusukan tanpa pengawalan khusus.

Kini Jokowi pun sudah menjadi idola rakyat Indonesia dan Dunia bukan karena apa-apa. Salah satunya karena sifat kesederhaannya yang merakyat.

Kita saja yang bukan pejabat dan bukan siapa-siapa malah mulai meninggalkan kesederhanaan hidup dengan mengikuti gaya bak selebritis, agar dianggap modern dan keren. Kesederhanaan malah dianggap ketinggalan jaman. Gengsi kalau berpenampilan sederhana. Takut jadi bahan tertawaan. Duuuh…malu aku. Mau belajar hidup sederhana saja susah!

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Noel Ogah Ajukan Pengampunan Presiden Terkait Kasus Pemerasan K3

JCCNetwork.id- Wakil Menteri Ketenagakerjaan periode 2024–2025, Immanuel Ebenezer (Noel), menyatakan tidak akan mengajukan abolisi maupun permohonan ampunan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait perkara dugaan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER