JCCNetwork.id- Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jakarta kini berkembang menjadi lebih dari sekadar program pengendalian polusi udara. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai kegiatan yang rutin digelar setiap akhir pekan itu telah menjelma menjadi ruang publik sekaligus destinasi wisata yang menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah, bahkan wisatawan mancanegara.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap CFD terus meningkat. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya ramai dikunjungi warga Jakarta dan sekitarnya, tetapi juga menarik minat warga negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia yang sengaja menyempatkan diri mengikuti CFD sebelum kembali ke negara asal mereka.
Pramono mengatakan CFD telah menjadi agenda akhir pekan yang dinantikan banyak orang. Selain berolahraga, masyarakat memanfaatkan kawasan bebas kendaraan itu sebagai tempat berkumpul, bersilaturahmi, hingga mengadakan berbagai aktivitas komunitas.
“Banyak saudara-saudara yang berkumpul, bertemu, janjian untuk Car Free Day, dan juga banyak orang dari luar, terutama dari Singapura, dari Malaysia, secara khusus. Sebelum mereka kembali ke negaranya masing-masing, mereka ikut Car Free Day di Jakarta,” ungkap Pramono saat dijumpai di Jakarta Timur, Jumat.
Melihat tingginya minat masyarakat, Pemprov DKI Jakarta terus berupaya memperluas akses ruang publik untuk kegiatan olahraga dan rekreasi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghadirkan CFD di kawasan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, yang dijadwalkan mulai beroperasi secara resmi dalam waktu dekat.
Menurut Pramono, keberadaan jalur CFD baru tersebut akan memberikan alternatif bagi masyarakat yang selama ini memadati kawasan Sudirman-Thamrin setiap akhir pekan. Kawasan Rasuna Said dinilai memiliki karakteristik yang cocok untuk aktivitas olahraga seperti lari dan jogging dengan lintasan yang cukup panjang.
Ia menjelaskan, lintasan di kawasan Rasuna Said memiliki panjang sekitar tujuh kilometer, sedangkan rute CFD Sudirman-Thamrin mencapai sekitar 10 kilometer. Dengan hadirnya dua lokasi tersebut, warga memiliki lebih banyak pilihan untuk berolahraga sesuai kebutuhan dan kenyamanan masing-masing.
“Untuk Car Free Day di Rasuna Said atau di Kuningan, saya yakin ini akan menjadi hal, tempat favorit, baru bagi warga Jakarta untuk bisa memilih apakah di Sudirman-Thamrin atau di Rasuna Said, karena lingkaran Rasuna Said itu kurang lebih 7 kilometer. Kalau Sudirman sampai dengan ujung itu kurang lebih 10 kilometer, sehingga ada pilihan-pilihan yang membuat masyarakat bisa memilih,” tutur Pramono.
Selain menambah lokasi CFD, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga tengah menuntaskan penataan kawasan Rasuna Said agar lebih nyaman dan ramah bagi pejalan kaki maupun pelari. Proyek penataan tersebut ditargetkan rampung bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun DKI Jakarta.
Pramono menyebut progres penataan kawasan saat ini telah mencapai sekitar 95 persen. Sejumlah fasilitas pendukung terus disempurnakan guna meningkatkan kenyamanan masyarakat saat memanfaatkan area tersebut untuk berbagai aktivitas luar ruang.
Pemprov DKI berharap penyelenggaraan CFD di Rasuna Said nantinya dapat berjalan lebih baik dibandingkan masa uji coba yang telah dilakukan sebelumnya. Kehadiran fasilitas yang lebih tertata diharapkan mampu mendorong peningkatan minat masyarakat terhadap gaya hidup sehat.
Lebih jauh, Pramono menilai keberadaan CFD memiliki dampak positif yang semakin luas bagi kehidupan perkotaan. Selain menjadi sarana olahraga, kegiatan ini juga memperkuat interaksi sosial antarwarga serta menghadirkan ruang publik yang inklusif bagi berbagai kalangan.
“Mudah-mudahan, ini akan membuat masyarakat Jakarta lebih menggemari lari, jogging, dan hidupnya lebih sehat, dan terutama adalah Car Free Day sekarang ini menjadi tempat untuk silaturahmi,” ungkap Pramono.
Dengan penambahan kawasan CFD baru dan penataan infrastruktur yang terus dilakukan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor semakin memperkuat citra Jakarta sebagai kota yang ramah bagi pejalan kaki, mendukung gaya hidup sehat, serta menjadi daya tarik wisata perkotaan bagi pengunjung domestik maupun mancanegara.























