Distribusi Bantuan Pangan Diperpanjang

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Perum Bulog mempercepat penyaluran bantuan pangan nasional setelah pemerintah memutuskan memperpanjang batas waktu distribusi hingga Juni 2026. Kebijakan tersebut diambil untuk memastikan seluruh keluarga penerima manfaat memperoleh bantuan sesuai alokasi yang telah ditetapkan pemerintah.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyambut positif keputusan perpanjangan masa distribusi tersebut. Menurutnya, tambahan waktu sangat dibutuhkan mengingat masih terdapat sejumlah bantuan yang belum tersalurkan di berbagai daerah.

- Advertisement -

Rizal menjelaskan bahwa sebelumnya Bulog ditargetkan menuntaskan distribusi bantuan pangan alokasi Februari-Maret 2026 paling lambat pada 31 Mei 2026. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan sejumlah kendala yang menyebabkan penyaluran belum mencapai target maksimal.

“(Dengan) perpanjangan (waktu salur) kami bersyukur karena memang masih banyak yang belum tersalurkan,” kata Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dilansir dari Antara, Sabtu, 30 Mei 2026.

Ia optimistis tambahan waktu hingga Juni mendatang dapat mendorong realisasi penyaluran mencapai 100 persen. Bulog saat ini terus mengerahkan seluruh sumber daya dan jaringan distribusi yang dimiliki guna mempercepat penyaluran bantuan ke berbagai wilayah.

- Advertisement -

“Dengan (perpanjangan) waktu salur harapannya bisa mencapai 100 persen,” ucapnya.

Selain fokus pada distribusi, Bulog juga memastikan ketersediaan cadangan pangan pemerintah dalam kondisi aman. Saat ini perusahaan pelat merah tersebut mengelola Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekitar 5,3 juta ton yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar.

Stok beras tersebut menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam mengendalikan gejolak harga pangan serta menjamin ketersediaan pasokan bagi masyarakat. Selain beras, program bantuan pangan juga mencakup distribusi minyak goreng bersubsidi kepada keluarga penerima manfaat.

Berdasarkan data Bulog hingga 29 Mei 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan telah mencapai sekitar 47 persen dari target 33,2 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Dalam periode tersebut, Bulog telah menyalurkan sekitar 308 ribu ton beras dan 62 ribu ton minyak goreng merek Minyakita.

Meski demikian, capaian tersebut masih jauh dari target akhir sehingga percepatan distribusi menjadi prioritas utama dalam beberapa pekan ke depan. Bulog menargetkan seluruh bantuan yang telah dialokasikan pemerintah dapat diterima masyarakat sebelum tenggat waktu yang baru berakhir.

Rizal mengungkapkan sejumlah faktor menjadi penyebab keterlambatan distribusi bantuan pangan. Salah satunya adalah proses administrasi yang baru dapat diselesaikan pada akhir Maret 2026. Kondisi tersebut bertepatan dengan momentum Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah yang membuat pola distribusi memerlukan penyesuaian khusus.

Selain faktor administratif, keterbatasan pasokan minyak goreng yang berasal dari skema Domestic Market Obligation (DMO) juga mempengaruhi kecepatan penyaluran bantuan. Pada periode Ramadan dan Idulfitri, distribusi minyak goreng lebih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa hari besar keagamaan tersebut.

Ke depan, Bulog menegaskan komitmennya untuk mempercepat proses distribusi sesuai arahan pemerintah. Langkah itu dilakukan agar program bantuan pangan dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan bahwa perpanjangan tenggat distribusi bantuan pangan hingga Juni 2026 telah diputuskan dalam rapat koordinasi teknis yang digelar bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

“Dalam Rakornis (rapat koordinasi teknis) di Kemenko Perekonomian diputuskan banpang (bantuan pangan) diperpanjang sampai Juni,” kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa dikonfirmasi di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan keputusan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan nasional. Menurutnya, program bantuan pangan terbukti menjadi salah satu instrumen yang efektif untuk menekan gejolak harga sejumlah komoditas pokok di tengah masyarakat.

Pemerintah bersama Bapanas dan Perum Bulog berkomitmen memastikan seluruh bantuan yang telah dialokasikan dapat tersalurkan secara optimal. Selain membantu kelompok masyarakat rentan, program ini juga diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat serta mendukung stabilitas pasokan dan harga pangan di tingkat nasional.

Dengan adanya perpanjangan waktu distribusi hingga Juni 2026, pemerintah berharap target penyaluran bantuan pangan dapat tercapai sepenuhnya sekaligus memperkuat upaya menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi masyarakat di berbagai daerah.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Transjakarta Ubah Tiga Rute Mikrotrans

JCCNetwork.id- PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) akan memberlakukan perubahan pada tiga layanan Mikrotrans mulai Sabtu, 17 Oktober 2026. Penyesuaian tersebut mencakup rute JAK 48A, JAK...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Menko Yusril Sesalkan Ada Kementerian yang Kerjanya Cuma Susun Aturan Enggak Selesai-selesai
12:56
Video thumbnail
Jenderal Maruli Respons Putusan MK soal Peradilan Militer, Hukuman Prajurit TNI Jauh Lebih Berat
10:20
Video thumbnail
Baru Dilantik Jadi Kepala BNPB, Kristomei Ungkap Perintah Prabowo Tangani Karhutla
08:46
Video thumbnail
Momen Zulhas Puji Bahlil Sebut Usia Lebih Muda, Kariernya Melaju Pesat
08:43
Video thumbnail
Prabowo Ubah Susunan Petinggi TNI, Tandyo dan Maruli Kini Bertukar Posisi #shorts #trending
01:24
Video thumbnail
Momen Khidmat di Istana, Prabowo Resmi Sematkan Tanda Jabatan Wakil Panglima TNI kepada Maruli
10:17
Video thumbnail
Prabowo Lantik Mayjen Kristomei Pimpin BNPB #shorts #trending
01:55
Video thumbnail
KDM Ungkap Pengalaman Pahit: Dibully, Dilempar Batu, sampai Disebut Dajal Sunda
09:01
Video thumbnail
Prabowo Lantik Jenderal Maruli sebagai Wakil Panglima TNI, Jenderal Tandyo Jadi Kasad
10:10
Video thumbnail
Prabowo Lantik Mayjen Kristomei Pimpin BNPB
09:28
Video thumbnail
Mentan Amran Geram Mafia Pangan Masih Berkeliaran, Surati Kapolri Minta Segera Ditindak
08:55
Video thumbnail
Bertemu Prabowo, Dirut PLN-Rosan Ungkap soal Transformasi PLN
04:30
Video thumbnail
Cak Imin Minta Kemenkeu Longgarkan Anggaran, Rakyat Harus Lebih Berdaya #shorts #trending
01:39
Video thumbnail
Cak Imin Minta Kemenkeu Longgarkan Anggaran, Rakyat Harus Lebih Berdaya
09:35
Video thumbnail
Efek Program MBG Mulai Terungkap, Sudaryono Sebut Siswa Berangkat Sekolah dalam Kondisi Lapar Turun
09:40
Video thumbnail
Massa Kecewa Demo Karhutla di Palangka Raya Tak Berbuah Pertemuan dengan Gubernur Kalteng #shorts
02:05
Video thumbnail
Febrie Adriansyah Ajukan Eksepsi, Minta Hakim Batalkan Seluruh Dakwaan #shorts #trending
01:49
Video thumbnail
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Hakim Batalkan Semua Dakwaan
09:39
Video thumbnail
Pedagang Seblak Gugat Aturan Sertifikat Halal ke Mahkamah Konstitusi
13:18
Video thumbnail
Saldi Isra Cecar soal Audit, Ahli Ungkap Cara BPK Hadapi Membludaknya Perkara Korupsi
14:18

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER