Lindungi Konsumen, Nico Siahaan Pertanyakan Pemilik Platform: Banyak Iklan Penipu di Platform Media Sosial

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Junico Siahaan atau yang akrab disapa Nico Siahaan berharap platform bisa untuk mengawasi lebih para penipu yang beredar di transaksi jual beli yang terjadi di media sosial

Keresahan tersebut ia sampaikan saat RDPU Panja Penyiaran Komisi I DPR RI dengan Platform Google, Youtube, Meta dan Tiktok. Ia bahkan menceritakan jika menjadi salah satu korban penipuan di Instagram

- Advertisement -

“Saya ini salah satu korbannya iklan instagram. Saya bicara apa adanya karena saya ditipu, makanya saya mau nanya di sini. Karena pemasangan iklan itu nggak ada screeningnya, yang tukang tipu juga boleh iklan. Jadi mana tanggung jawabnya?” ujarnya dalam rapat bersama platform

Menurutnya, jika tidak ingin disamakan dengan aturan penyiaran yang lain, platform media sosial ini harus melakukan seleksi lebih dan mengerjakan PRnya sendiri

“Saya beli suatu barang, ternyata bukan penjual asli. Jadi kami pribadi yang harus melakukan seleksi. Nah, kalau teman teman mengatakan bahwa kami jangan diatur sama, buktinya tidak mau diatur sama tapi teman-teman tidak melakukan PRnya sendiri. Sehingga hal tersebut tidak fair (jika dibandingkan dengan aturan penyiaran yang lain)” ujarnya

- Advertisement -

Nico berharap, para platform media sosial bisa melakukan kurasi lebih terhadap iklan-iklan yang beredar di platform untuk melindungi para konsumen

“Ayo dong lebih ketat lagi pengaturannya, jangan sampai ada orang tertipu. Iklannya sah loh. Ada tanda “ads”, ya saya percaya dong. Saya beli eh ternyata penipu. Kalau di marketplace ga pernah tuh, paling salah barang sejelek-jeleknya, karena marketplace melakukan pengawasan terhadap itu dan melakukan kurasi terhadap itu makanya kami belanja.” tuturnya

“ Kalau memang gak bisa dikurasi ya jangan boleh iklan jadi fair. Kalau bapak gak mau tanggung jawab, jangan boleh ada iklan jual beli di platform gitu. Nah ini bagian dari pengawasan kami supaya ini adalah bagian dari perlindungan konsumen juga” pungkasnya

- Advertisement -

BACA LAINNYA

AS Tinggalkan Pangkalan Terakhir di Suriah

JCCNetwork.id-Pasukan Amerika Serikat resmi meninggalkan pangkalan terakhir mereka di wilayah Hasakah, Suriah, pada Kamis, menandai berakhirnya kehadiran militer selama sekitar 10 tahun di negara...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER