JCCNetwork.Id –Polemik keberadaan belasan makam palsu di kawasan Situs Kumitir Majapahit, Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, akhirnya berujung pada pembongkaran. Keberadaan makam yang dinilai tidak jelas asal-usulnya ini menuai kontroversi di tengah masyarakat karena dianggap mengaburkan sejarah leluhur dan diduga memberikan keuntungan bagi pihak-pihak tertentu.
Proses pembongkaran dilakukan pada Selasa (14/01/2025) siang oleh sejumlah anggota Aliansi Putro Wayah Mojopahit dan Perjuangan Wali Songo Indonesia (PWI) Mojokerto. Kegiatan ini juga melibatkan puluhan anggota LSM. Rekaman proses pembongkaran tersebut diunggah oleh akun Instagram @aslimojokertocom hingga menjadi viral di media sosial.
“Pembongkaran ini dilakukan karena makam tersebut dianggap menyesatkan dan tidak memiliki nilai sejarah,” tulisnya dalam keterangan dikutip Rabu (15/1/2025).
Menurut Kepala Dusun Bendo, pembongkaran makam ini dilakukan setelah melalui proses mediasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk tiga pilar desa. Langkah ini diambil untuk meredam polemik yang sempat mencuat di masyarakat terkait keaslian makam.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa belasan makam palsu tersebut sudah ada selama lebih dari tujuh tahun. Makam-makam tersebut diduga dibangun oleh sejumlah warga tanpa dasar sejarah yang jelas. Sebanyak 13 makam telah dibongkar, sementara dua makam lain, yaitu makam Mbah Sagu dan Mbah Budiman, tetap dipertahankan karena dinilai memiliki kaitan dengan sejarah lokal sebagai tokoh pembabat alas.
Selain untuk menjaga keaslian sejarah Situs Kumitir, pembongkaran ini juga bertujuan untuk mencegah potensi aktivitas keagamaan yang menyimpang di area tersebut. Langkah tegas ini mendapat perhatian luas dari masyarakat, baik di dunia nyata maupun di media sosial.
Belasan makam palsu yang kini telah dibongkar diharapkan dapat menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk lebih menghargai warisan sejarah dan budaya lokal yang autentik.



