Korupsi Bantuan Kementan, Kejari Cianjur Tetapkan Dua Tersangka dengan Kerugian Negara Rp8 Miliar

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur, Jawa Barat, resmi menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi program bantuan dari Kementerian Pertanian, dengan potensi kerugian negara mencapai Rp8 miliar. Penetapan tersangka dilakukan pada Senin (9/12) malam.

Kedua tersangka adalah DNF, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kementerian Pertanian, dan SO, seorang penerima manfaat bantuan tersebut. Program bantuan itu merupakan kegiatan konservasi dan rehabilitasi agroeduwisata yang dianggarkan oleh Direktorat Jenderal Sarana dan Prasarana Kementerian Pertanian untuk tahun anggaran 2022 di Kabupaten Cianjur.

- Advertisement -

Kepala Kejaksaan Negeri Cianjur, Kamin, menjelaskan bahwa nilai total anggaran program tersebut mencapai Rp13,4 miliar. Dana ini dialokasikan untuk dua lokasi, yakni Desa Sindangjaya, Kecamatan Cipanas, dengan anggaran Rp3,6 miliar, dan Desa Tegallega, Kecamatan Warungkondang, sebesar Rp9,7 miliar.

“Bantuannya diberikan dalam bentuk transfer uang kepada penerima manfaat,” kata Kamin kepada wartawan, Senin (9/12) malam.

Menurut Kamin, program tersebut sejatinya dirancang untuk pembangunan fisik berupa agroeduwisata yang dikerjakan secara swakelola oleh tujuh kelompok masyarakat penerima manfaat. Namun, penyidik menemukan bahwa pelaksanaannya dilakukan oleh pihak ketiga.

- Advertisement -

“Namun fakta yang ditemukan penyidik, pelaksanaan pemanfaatan bantuan program dilakukan pihak ketiga,” terangnya.

Lebih jauh, penyidik mengungkap adanya indikasi rekayasa dalam pembentukan kelompok penerima manfaat. SO diduga berperan aktif memfasilitasi pembentukan kelompok-kelompok ini demi memuluskan pengucuran bantuan.

“Pada tahap pencairan, khususnya pencairan tahap kedua, para penerima manfaat dan tim teknis tidak pernah melakukan penandatanganan usulan pencairan. Namun PPK tetap memproses pencairan tersebut sehingga uangnya bisa tetap dicairkan. Tim penyidik menemukan adanya potensi kerugian negara sebesar Rp8 miliar,” ungkapnya.

Tim penyidik, lanjut Kamin, mengendus adanya dugaan kongkalikong para tersangka untuk mendapatkan keuntungan secara pribadi dari program bantuan tersebut. Akibatnya, pelaksanaan pekerjaan tidak selesai tepat waktu.

“Seharusnya pekerjaan selesai pada Oktober 2022. Namun baru bisa diselesaikan pada Februari 2023. Itupun terdapat banyak kekurangan,” jelas Kamin.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, SO langsung ditahan di Lapas Kelas II B Cianjur selama 20 hari ke depan untuk kepentingan penyidikan. Sementara itu, DNF mangkir dari panggilan penyidik dengan alasan sakit.

Sebagai bagian dari proses penyidikan, Kejari Cianjur juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk sebuah mobil Toyota Camry bernomor polisi B 1913 SAJ.

Para tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. Ancaman hukuman terhadap pasal ini adalah pidana penjara di atas lima tahun.

“Ancaman hukumannya di atas lima tahun,” pungkasnya.

Kasus ini menjadi salah satu bukti nyata upaya pemberantasan korupsi yang terus digencarkan oleh aparat penegak hukum. Namun, publik menantikan langkah-langkah tegas agar tidak ada lagi penyalahgunaan dana negara yang merugikan rakyat.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Cabai Tembus Rp80 Ribu, Pasar Tradisional Kian Sepi

JCCNetwork.id- Harga sejumlah kebutuhan pokok dan komoditas pertanian di pasar tradisional Jakarta dan Surabaya mengalami perubahan sepanjang pekan ini. Kenaikan paling mencolok terjadi pada...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
RUU Perampasan Aset Harus Bisa Sita Hasil Kejahatan dari Penipuan Umrah Hingga Arisan Bodong
11:26
Video thumbnail
Isu Transfer Bank Kena Pajak, Suahasil Ungkap Fakta Sebenarnya #shorts #trending
01:47
Video thumbnail
Isu Transfer Bank Kena Pajak, Suahasil Ungkap Fakta Sebenarnya
10:33
Video thumbnail
Emak Emak Curhat ke Menteri Gegara Notaris Diduga Terbitkan 21 Surat Tanpa Saksi
09:59
Video thumbnail
Pemerintah Siapkan Rekrutmen CPNS November 2026, Ini Pesan Mensesneg #shorts #trending
01:20
Video thumbnail
Pemerintah Siapkan Rekrutmen CPNS November 2026, Ini Pesan Mensesneg
11:25
Video thumbnail
Penantian Berbuah Manis, Nasib PPPK Guru, Damkar hingga Nakes Kini Jadi Penuh Waktu #shorts#trending
01:41
Video thumbnail
Pemerintah Putuskan PPPK Guru, Damkar hingga Nakes Diangkat Jadi Penuh Waktu
11:26
Video thumbnail
Lawan Mafia Beras, Mentan Amran Siapkan Hadiah Buat Warga yang Berani Lapor #shorts #trending
01:54
Video thumbnail
Mentan Amran Siapkan Hadiah bagi Warga yang Berani Laporkan Mafia Beras SPHP
08:05
Video thumbnail
Tersangka Penyadapan Prabowo Bertambah, Irjen SU Diduga Beri Izin kepada Irjen AS #shorts #trending
02:01
Video thumbnail
Kasus Sadap Prabowo Kian Melebar, Irjen SU Diduga Izinkan Irjen AS Lakukan Penyadapan
05:44
Video thumbnail
Detik-Detik Gubernur Sherly Tampil Cantik di Hadapan Tim Kemendagri saat Presentasi
12:28
Video thumbnail
Di Tengah Gejolak Internal Polri, Suyudi Dapat Dukungan dan Bimbingan dari Para Senior #shorts
01:28
Video thumbnail
Di Tengah Kasus Penyadapan, Suyudi Dapat Dukungan Barisan Jenderal Senior Eks Kapolri
02:32
Video thumbnail
Rocky Gerung Blak-blakan soal Penyadapan, Mau Beli Alat Sadap agar Tak Disadap #shorts #trending
01:52
Video thumbnail
Singgung Kasus Penyadapan, Rocky Gerung Sebut Mau Beli Alat Sadap agar Tak Disadap
08:26
Video thumbnail
Pedas, Amran Sindir Pengamat yang Tak Percaya Ada Mafia, Sampai Bilang Begini #shorts #trending
01:16
Video thumbnail
Pedas, Amran Sindir Pengamat yang Tak Percaya Ada Mafia, Sampai Bilang Begini
08:46
Video thumbnail
Sorotai Gejolak Internal Polri, Menko Dudung Minta Masyarakat Jangan Resah #shorts #trending
01:50

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER