Kisah Naik Turun Ferdinand Marcos yang Mengguncang Filipina

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Ferdinand Marcos Sr. pernah dipuja sebagai sosok yang akan membawa Filipina menuju era kejayaan. Namun, perjalanan hidupnya berubah menjadi salah satu kisah politik paling kontroversial dalam sejarah Asia Tenggara.

Lahir di Sarrat, Ilocos Norte, pada 11 September 1917, Marcos tumbuh dalam keluarga yang dekat dengan dunia politik. Ia dikenal cerdas dan ambisius sejak muda. Namun, namanya sudah terseret kontroversi ketika masih berusia muda setelah dituduh terlibat dalam kasus pembunuhan rival politik keluarganya. Meski sempat divonis bersalah, Marcos akhirnya dibebaskan dan melanjutkan kariernya hingga menjadi pengacara dan politikus yang disegani.

- Advertisement -

Karier politiknya melesat bak roket. Setelah menjadi anggota parlemen dan senator, Marcos berhasil memenangkan pemilihan presiden Filipina pada 1965. Di awal pemerintahannya, rakyat menaruh harapan besar kepadanya. Jalan raya dibangun, jembatan diperbaiki, sekolah didirikan, dan berbagai proyek infrastruktur digencarkan. Banyak yang melihat Marcos sebagai pemimpin modern yang mampu membawa Filipina menjadi negara yang lebih maju.

Namun, kejayaan itu perlahan berubah menjadi babak kelam. Pada 1972, Marcos mengumumkan darurat militer dengan alasan menjaga keamanan negara dari ancaman komunis. Keputusan itu menjadi titik balik yang mengubah wajah Filipina. Kongres dibubarkan, media massa dikontrol pemerintah, kebebasan sipil dibatasi, dan para tokoh oposisi mulai ditangkap. Kekuasaan Marcos semakin besar dan nyaris tanpa batas.

Di tengah kendali politik yang menguat, berbagai laporan pelanggaran HAM mulai bermunculan. Ribuan orang disebut menjadi korban pembunuhan di luar hukum, penyiksaan, penghilangan paksa, hingga penahanan politik. Organisasi HAM mencatat periode darurat militer sebagai salah satu masa tergelap dalam sejarah Filipina.

- Advertisement -

Tak hanya itu, keluarga Marcos juga diterpa tuduhan korupsi besar-besaran. Investigasi yang dilakukan setelah kejatuhannya menemukan dugaan aset bernilai miliaran dolar yang tersebar di luar negeri. Sang istri, Imelda Marcos, bahkan menjadi simbol kemewahan rezim tersebut dengan koleksi ribuan pasang sepatu yang terkenal di seluruh dunia.

Kekuasaan Marcos mulai runtuh setelah pembunuhan tokoh oposisi Benigno Aquino Jr. pada 1983. Peristiwa itu memicu gelombang kemarahan rakyat. Krisis ekonomi yang semakin parah dan tuduhan kecurangan pemilu akhirnya memunculkan gerakan People Power Revolution pada 1986. Jutaan warga turun ke jalan menuntut perubahan. Di bawah tekanan besar, Marcos dan keluarganya akhirnya meninggalkan Filipina menuju Hawaii.

Di pengasingan, Marcos menghabiskan sisa hidupnya hingga meninggal dunia pada 1989. Namun kisahnya tidak pernah benar-benar berakhir. Hingga kini, namanya masih memicu perdebatan. Sebagian mengingatnya sebagai pemimpin pembangunan, sementara yang lain mengenangnya sebagai diktator yang merusak demokrasi Filipina. Kontroversi itu kembali mencuat ketika putranya, Bongbong Marcos, berhasil memenangkan pemilihan presiden Filipina pada 2022, membawa keluarga Marcos kembali ke pusat kekuasaan setelah puluhan tahun jatuh dari singgasana.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Sekjen PBB Kunjungi Indonesia, Bahas Perdamaian Dunia

JCCNetwork.id- Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke Indonesia pada 17–19 September. Agenda tersebut mencakup pembahasan penguatan hubungan kerja...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Arsul Sani Singgung Kasus Tak Tamat SMA di Sidang UU Pemilu Punya Gelar S1 Bahkan S2
09:04
Video thumbnail
Menggunakan Bahasa Jawa, Anggota Parlemen Malaysia Minta Prabowo Tuntaskan Karhutla #shorts
01:59
Video thumbnail
Momen Tak Biasa, Anggota Parlemen Malaysia Berbahasa Jawa Minta Prabowo Tuntaskan Karhutla
08:02
Video thumbnail
Luhut Ungkap Prabowo Setuju Kajian DEN, Definisi Korupsi Bakal Diubah?
08:02
Video thumbnail
Prabowo Sebut Pelaku Karhutla Terorisme Lingkungan, Siap Usut Sampai Tuntas #shorts #trending
02:01
Video thumbnail
Prabowo Tegas! Pembakar Hutan Disebut Terorisme Lingkungan, Diusut Sampai Tuntas
08:55
Video thumbnail
Bukan Sekadar Makan Gratis, DEN Ungkap MBG Bisa Dongkrak Motivasi Belajar Siswa #shorts #trending
01:46
Video thumbnail
DEN Sebut 95 Persen Penerima MBG Lebih Semangat Belajar jika Menu Enak dan Berkualitas
08:05
Video thumbnail
Bahlil Tak Kuasa Tahan Tawa Saat Prabowo Melempar Candaan, Nama Orang Fakfak Ikut Disinggung!
08:15
Video thumbnail
Prabowo Jawab Kritik Kabinet Gemuk, Bandingkan Indonesia dengan Benua Eropa #shorts #trending
01:38
Video thumbnail
Prabowo Jawab Kritik Kabinet Gemuk, Bandingkan Indonesia dengan Benua Eropa
08:36
Video thumbnail
Blak blakan Natalius Pigai Pamer Kemampuan Bisa Pidato 2 Jam
08:24
Video thumbnail
Momen Amran Puji Mahasiswi S2 PPL UGM, Berujung Apresiasi Riset Rp5 Juta dan Motor
08:14
Video thumbnail
Kang Dedi Mulyadi Buka Suara soal Etika Insinyur, Akibat Kesalahan Teknik Tak Boleh Dibiarkan!
08:11
Video thumbnail
Usai Bertemu Prabowo, Kepala OJK Kirim Pesan Tegas: Pelanggar Pasar Modal Siap Ditindak
10:08
Video thumbnail
Momen Hakim Arsul Sani Bahas UU KDRT di MK, Tampar Sekali Kok Bisa Kena Pidana 2 Tahun?
08:23
Video thumbnail
98 Kasus Kebakaran Hutan Diusut, Kapolri Segera Umumkan Tersangka #shorts #trending
00:56
Video thumbnail
Kapolri Tegas, 98 Kasus Karhutla Diusut, Tersangka Segera Ditetapkan
08:07

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER