JCCNetwork.id- Pertandingan sepak bola antar kampung (tarkam) di Lapangan Jatimulya, Tambun Selatan, pada Minggu (6/10/2024) pukul 17.00 WIB berubah ricuh akibat bentrokan dua kelompok suporter. Insiden ini melibatkan laga antara Team Kalimalang Putra dan Perseda FC.
Dari rekaman video yang beredar di media sosial, dua kelompok suporter, yang sebagian besar adalah remaja, terlibat adu fisik di sebuah jalan kecil di tepi lapangan. Beberapa dari mereka terlibat perkelahian menggunakan tangan kosong, sementara lainnya terlihat melempar kursi ke arah lawan.
Kekacauan tersebut membuat pedagang di sekitar lapangan merasa cemas dan khawatir. Bentrokan ini diduga dipicu oleh yel-yel yang diteriakkan oleh pendukung tim lawan.
“Ada sedikit selisih paham saja antarsuporter, adu yel-yel di situ,” kata Ketua Karang Taruna Jatimulya Hendry Irawan dalam keterangannya, Selasa (8/10/2024).
Awalnya, pertandingan berlangsung lancar tanpa ada tanda-tanda ketegangan antara pemain. Namun, suasana mulai memanas ketika kedua kelompok suporter saling bersahut-sahutan yel-yel untuk menyemangati tim masing-masing.
Salah satu kelompok merasa tersinggung dan langsung memasuki area lapangan, yang menyebabkan pertandingan terhenti.
“Sebetulnya keributan itu di luar lapangan, itu antarsuporter saja di luar. Kalau di lapangan tidak terjadi,” ujar Hendry.
Bentrokan berlangsung sekitar setengah jam sebelum akhirnya pihak panitia berhasil menenangkan situasi.
“Kami bisa meredam setelah 30 menit lempar-lemparan kursi dan terjadi keributan,” ungkap dia.
Pada Selasa (9/10/2024), kedua kelompok suporter resmi berdamai setelah difasilitasi pertemuan di Kantor Kelurahan Jatimulya.
“Sudah ada kelanjutannya pada hari ini (Selasa) kita hadirkan di Kelurahan Jatimulya untuk bersepakat damai,” imbuh dia.



