Minyakita Langka di Jakarta, Bulog Usul Tambah Kuota

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Ketersediaan minyak goreng rakyat merek Minyakita dilaporkan mengalami penurunan signifikan di sejumlah pasar tradisional di Jakarta. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran di kalangan pedagang dan masyarakat, seiring terganggunya distribusi yang sudah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengonfirmasi bahwa stok Minyakita di lapangan memang tengah menipis. Ia menyebutkan, situasi ini telah dilaporkan kepada Andi Amran Sulaiman sebagai bagian dari langkah koordinasi awal untuk penanganan.

- Advertisement -

Menurut Rizal, keterbatasan pasokan tidak hanya berdampak pada kebutuhan pasar, tetapi juga berpotensi mengganggu program bantuan pangan nasional. Pasalnya, Minyakita menjadi salah satu komoditas yang didistribusikan kepada jutaan keluarga penerima manfaat (KPM).

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Bulog telah mengajukan penambahan kuota Domestic Market Obligation (DMO) kepada Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Kebijakan DMO selama ini mengatur kewajiban produsen untuk menyalurkan sebagian produksi minyak goreng ke pasar domestik melalui BUMN pangan.

Saat ini, pemerintah menetapkan minimal 35 persen distribusi Minyakita harus disalurkan melalui BUMN, dengan porsi terbesar dikelola Bulog. Namun, seiring meningkatnya kebutuhan, Bulog mengusulkan agar alokasi tersebut ditingkatkan hingga 65 persen.

- Advertisement -

Rizal menjelaskan, langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan pasar umum dan distribusi bantuan sosial. Terlebih, dalam beberapa bulan terakhir, penyaluran bantuan pangan meningkat, khususnya selama periode Ramadan dan Idulfitri.

Di sisi lain, kelangkaan Minyakita juga dirasakan langsung oleh para pedagang di lapangan. Sejumlah pedagang di kawasan Pasar Tebet dan Mampang Prapatan mengaku sudah tidak menerima pasokan sejak beberapa bulan terakhir.

Beberapa pedagang bahkan menyebut terakhir kali memperoleh stok Minyakita terjadi pada awal tahun. Hingga kini, distribusi dari pihak distributor disebut belum kembali normal.

Kondisi tersebut memperkuat indikasi adanya gangguan dalam rantai distribusi, mulai dari tingkat produsen hingga ke pasar. Pemerintah pun didorong segera mengambil langkah konkret agar ketersediaan minyak goreng bersubsidi tersebut kembali stabil dan dapat diakses masyarakat dengan harga terjangkau.

Situasi ini menjadi perhatian serius mengingat Minyakita merupakan salah satu komoditas penting bagi kebutuhan rumah tangga, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Pemerintah diharapkan segera memastikan pasokan kembali lancar guna mencegah lonjakan harga di pasar.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Dadan Tegaskan Anggaran MBG Sesuai Kebutuhan

JCCNetwork.id- Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, memberikan klarifikasi atas polemik pengadaan sejumlah barang yang dikaitkan dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER