Polresta Magelang Tangkap 7 Pelaku Tawuran Mematikan

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Kepolisian Resor Kota Magelang, Jawa Tengah, berhasil menangkap tujuh orang yang terlibat dalam tawuran yang menyebabkan satu warga tewas. Polisi juga terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap lebih banyak fakta terkait kasus ini.

Kapolresta Magelang Kombes Pol Musthofa menyatakan bahwa dari tujuh tersangka yang ditangkap, satu orang adalah dewasa sementara enam lainnya masih di bawah umur.

- Advertisement -

“Kita sekarang mengumpulkan bukti, yang jelas, dari keterangan tersangka tidak ada yang mengarah kepada pelaku jadi antara tersangka dengan barang bukti lengkap,” kata Musthofa di Mapolresta pada Selasa (6/8/2024).

Menurut pengakuan tersangka, tawuran ini dipicu oleh saling tantang melalui media sosial. Tawuran yang terjadi pada Minggu dini hari ini melibatkan dua kelompok, yang berakhir dengan satu orang tewas.

“Jadi rencana tawuran dari SMP kota dengan SMP yang ada di Candimulyo. Kemudian yang dari SMP kota merasa kecewa sementara yang dari Candimulyo merasa kekurangan kekuatan dan meminta bantuan beberapa orang. Dari peristiwa itu ada selisih paham sehingga memunculkan peristiwa penganiayaan yang menimbulkan satu orang meninggal dunia,” imbuhnya.

- Advertisement -

Musthofa menjelaskan bahwa kedua kelompok tersebut sudah mengetahui adanya rencana tawuran ini, dan insiden tragis tersebut dipicu oleh sabetan senjata tajam.

“Antara kedua belah pihak sudah saling mengetahui dengan peristiwa tersebut, toh korbannya bukan satu orang sampai tiga orang. Jadi di kelompok pelaku ada yang terkena lemparan batu, kemudian dari kedua kelompok juga ada bukan satu kelompok,” terangnya.

Penyelidikan masih terus berlanjut, dan polisi memperkirakan jumlah tersangka akan bertambah karena banyaknya orang yang terlibat dalam tawuran tersebut.

“Kita sudah mendalami siapa yang mengundang, siapa saja yang terlibat. Yang jelas saat ini kita sudah menangkan tujuh orang, satu orang dewasa dan enam di bawah umur, keterkaitan dengan yang membawa sajam maupun penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia,” jelasnya.

Insiden ini terjadi di jalan Magelang-Salatiga, Desa Purwosari, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang pada Minggu dini hari. Akibat kejadian ini, tiga warga Tegalrejo menjadi korban, dengan satu orang meninggal dunia karena sabetan benda tajam, dan dua lainnya mengalami luka-luka.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, DPR dan Pemerintah Perkuat Koordinasi

JCCNetwork.id- Di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan gejolak yang terjadi di pasar keuangan domestik, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menggelar...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER