Polemik Pengambilan Ijazah Mahasiswa Unias

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Sebuah kontroversi muncul di Universitas Nias (Unias) setelah lulusan bernama Sadari Zega mengungkapkan pengalamannya yang menyakitkan dalam proses pengambilan ijazahnya. Kejadian ini berawal ketika Zega, lulusan Fakultas Ekonomi Unias, merasa ditahan ijazahnya meskipun telah memenuhi semua persyaratan yang diperlukan.

Dalam sebuah video yang viral di media sosial, Zega menangis sambil mengungkapkan kekecewaannya karena dipaksa untuk meminta maaf dan mengklarifikasi sebuah postingan yang ia buat di akun Facebook pribadinya. Ia menyatakan bahwa sejumlah temannya sudah berhasil mengambil ijazah mereka dengan bantuan orang tua atau wali, namun dirinya malah dihadapkan pada permintaan yang menyulitkan.

- Advertisement -

“Saya tidak tau pasti alasan Unias menahan Ijazah saya, semua aturan dan semua surat-surat tentang pengambian ijazah jika mahasiswa (alumni) itu berada diluar kota sudah saya penuhi, dan beberapa dari kami (temannya) telah dikasih diambil oleh orang tua atau wali. Lalu kenapa sama saya ditahan tidak dikasih?” kata Sadari Zega Jumat (12/7/2024).

Zega juga mengkritik kebijakan Unias yang menuntutnya untuk kembali ke Nias hanya untuk mengambil ijazahnya dengan syarat harus meminta maaf secara langsung kepada Rektor dan mengklarifikasi postingannya yang sebelumnya menuai kontroversi. Hal ini dianggapnya sebagai tindakan yang tidak adil, terutama mengingat biaya yang besar yang harus dikeluarkannya untuk pulang ke daerah asalnya.

“Apa kesalahan fatal yang membuat mereka mengancam ijazah saya ditahan? Saya dipersulit dan orang tua saya juga datang di kampus datang sebagai wali membawa surat kuasa yang saya kirim ke Nias. Dan saat itu pesan rektor ijazah saya tetap ditahan dan saya dipaksa pulang untuk membuat klarifikasi,” ucapnya.

- Advertisement -

Menyikapi hal ini, pihak Unias merespons dengan mengungkapkan harapannya agar Zega datang langsung ke kampus untuk mengambil ijazahnya tanpa melalui perantara. Maria Magdalena Bate’e, Dekan Fakultas Ekonomi Unias, menegaskan bahwa pihak kampus ingin memastikan Zega juga mengklarifikasi maksud dari postingannya yang sempat menuai perdebatan di media sosial.

“Unias juga harus bisa menerima kritikan. Dan kalau saya disuruh pulang, ongkos saya sangat besar itu 7 juta, sementara gaji saya kecil. Kalau saya pulang pikir sepuluh kali, mending uang itu saya kirim ke orang tua buat kebutuhan mereka,” ujarnya.

“Harapan kita dari Universitas Nias supaya Sadari Zega datang langsung ke Universitas Nias untuk mengambil ijazahnya tanpa menggunakan perantara sekaligus mengklarifikasi maksud dan tujuan postingan yang selama ini dipublish ke media sosial, sebab pada dasarnya yang bersangkutan adalah bagian Universitas Nias,” kata Maria Magdalena Bate’e, Dekan FE Unias seperti dikutip dari lama resmi Unias yang rilis pada Rabu 10 Juli 2024.

 

Kejadian ini menyoroti pentingnya komunikasi terbuka antara mahasiswa dan institusi pendidikan, serta kompleksitas dalam penanganan kritik dari kalangan internal maupun eksternal di era digital saat ini.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Kantor BGN Digeledah Usai Pergantian Kepala, Audit Internal Berjalan

JCCNetwork.id- Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penggeledahan di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) yang berlokasi di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (3/6). Langkah hukum...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER