JCCNetwork.id – Vladimir Putin pada akhirnya mendeklarasikan kemenangan dalam pemilu Rusia dengan keunggulan mencapai 87 persen.
Dengan kemenangan Putin kembali, maka ia menjadi presiden untuk kelima kalinya memimpin Rusia.
Dalam deklarasi kemenangannya, Minggu (17/3/2024) Putin membantah tudingan Barat yang menyebut bahwa pemilu Rusia jauh dari kebebasan dan keadilan.
Lawan-lawan Putin pun langsung melayangkan kecaman dan mengutuk hasil Pemilu Rusia kali ini. Bahkan, salah satunya adalah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy yang negaranya di invasi oleh Rusia sejak 2022 lalu.
“Diktator Rusia tengah mensimulasi pemilu lainnya,” ucap Zelensyy melansir laporan BBC.
Sementara itu, Jerman menyebut pemilu Rusia adalah semu di bawah pemerintahan otoriter yang bergantung pada penindasan, kekerasa, dan sensor.
Sedangkan Menteri Luar Negeri Inggris, Lord David Cameron mengecam penyelenggaraan pemilu ilegal di wilayah Ukraina.
Vladimir Putin Jadi Presiden Kelima
Menurut data perhitungan suara yang diumumkan Pusat Penelitian Opini Publik Rusia, Putin unggul dengan 87 persen suara dalam pemilihan presiden Rusia
Posisi Putin disusul oleh Nikolai Kharitonov dari Partai Komunis dengan 4,6 persen suara, kata pusat penelitian tersebut.
Vladislav Davankov dari partai Rakyat Baru memperoleh 4,2 persen suara, sementara Leonid Slutsky, pemimpin LDPR (Partai Demokratik Liberal Rusia) memperoleh 3 persen suara.
Selain itu, ada sekitar 1,2 persen suara tidak sah. Pusat Penelitian Opini Publik Rusia merupakan lembaga pemungutan suara milik negara.
Pemilihan umum dilakukan melalui tempat-tempat pemungutan suara (TPS) dan melalui sarana elektronik jarak jauh.
Pemungutan suara jarak jauh berlangsung di 29 wilayah, termasuk Moskow.
Pemilu presiden Rusia itu disaksikan oleh 1.115 pengamat dan pakar internasional dari 129 negara.
Presiden Rusia yang baru terpilih akan menjabat selama enam tahun.
Vladimir Putin, yang diproyeksikan menang menurut hasil awal, akan mengambil sumpah jabatan setelah hasil resmi diumumkan dan menjabat sebagai presiden Rusia untuk kelima kalinya.



