JCCNetwork.id – Setelah dinyatakan menang telak dalam pemilu Rusia yang berlangsung selama tiga hari hingga Minggu, (17/3/2024) kemarin puting melontarkan kritik terhadap sistem politik Amerika Serikat (AS).
Hal itu Putin lontarkan setelah ditanyai media AS soal kemenangannya tersebut.
Dalam pidatonya itu, Vladimir Putin menyebut kemenangannya dalam pemilu kali ini menunjukkan Rusia sudah berada di posisi yang benar.
Selain itu, Rusia sudah benar dalam menantang Barat serta mengirimkan pasukan ke Ukraina.
Kepada para pendukungnya, Putin menegaskan akan memprioritaskan penyelesaian tugas-tugasnya terutama terkait “Operasi Militer Khusus” Rusia ke Ukraina.
Kemudian, komitmennya dalam memperkuat militer Rusia lebih baik kedepan.
“Kita mempunyai banyak tugas ke depan. Namun ketika kita melakukan konsolidasi tidak peduli siapa yang ingin mengintimidasi kita, menindas kita,” kata Putin melansir Reuters, Senin (18/3/2024).
“Tidak ada seorang pun yang pernah berhasil dalam sejarah, mereka belum berhasil saat ini, dan mereka tidak akan pernah berhasil di masa depan,” tegas Putin menambahkan.
Menurut data perhitungan suara yang diumumkan oleh Pusat Penelitian Opini Publik Rusia, Vladimir Putin unggul dengan 87 persen suara dalam pemilihan presiden Rusia
Posisi Putin disusul oleh Nikolai Kharitonov dari Partai Komunis dengan 4,6 persen suara, kata pusat penelitian tersebut.
Vladislav Davankov dari partai Rakyat Baru memperoleh 4,2 persen suara, sementara Leonid Slutsky, pemimpin LDPR (Partai Demokratik Liberal Rusia) memperoleh 3 persen suara.
Selain itu, ada sekitar 1,2 persen suara tidak sah. Pusat Penelitian Opini Publik Rusia merupakan lembaga pemungutan suara milik negara.
Pemilihan umum dilakukan melalui tempat-tempat pemungutan suara (TPS) dan melalui sarana elektronik jarak jauh.
Pemungutan suara jarak jauh berlangsung di 29 wilayah, termasuk Moskow. Pemilu presiden Rusia itu disaksikan oleh 1.115 pengamat dan pakar internasional dari 129 negara.



