Erdogan Tegaskan Dunia Islam Telah Mengecewakan Palestina

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan bahwa mayoritas negara-negara muslim di dunia telah mengecewakan Palestina.

Pasalnya, negara-negara mayoritas muslim tak berbuat cukup untuk menghentikan agresi pasukan Israel yang sudah membunuh anak-anak dan wanita di Gaza.

- Advertisement -

“Kita semua telah menyaksikan bersama bagaimana Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (HAM) hanya menjadi selembar kertas. Ketika menyangkut hak hidup bagi anak-anak, perempuan, dan warga sipil Palestina yang tidak bersalah,” kata Tayyip Erdogan dalam sebuah acara di Istanbul, dikutip JCCNetwork.id, Senin, (11/3).

Menurut pemimpin Turki itu, Timur Tengah telah menunjukkan kepada dunia Islam masih memiliki kekurangan yang sangat mencolok.

Hal itu tak terlepas dari kurangnya tindakan dalam kesatuan untuk mencoba menekan Israel dan mengakhiri operasinya di Gaza.

- Advertisement -

Ia menuturkan, bahwa meskipun kerja keras dalam upaya diplomatik, negara-negara mayoritas muslim pada akhirnya enggan mencegah kematian anak-anak yang tak berdosa di Gaza akibat gempuran peluru dan bom.

Dalam beberapa waktu terakhir, Turki telah mengirimkan bantuan kemanusiaan sebanyak 40.000 ton melalui jalur udara dan laut.

Di samping itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan akan terus melanjutkan serangan ke Rafah.

Di mana Rafah adalah sebuah kota besar yang sangat dekat dengan perbatasan Gaza dan Mesir.

Netanyahu sebelumnya mengatakan penolakan atas seruan Internasional dalam melakukan genjatan senjata.

Pemimpin Zionis itu beralasan bahwa pasukan militernya (IDF) harus membersihkan benteng terakhir Hamas di Rafah.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Pemerintah Tegaskan Semua Pembayaran Jasa Pelabuhan Wajib Pakai Rupiah

JCCNetwork.id- Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa seluruh aktivitas transaksi yang berlangsung di kawasan pelabuhan Indonesia wajib menggunakan mata uang rupiah. Pemerintah, kata...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER