Serangan Drone AS Tewaskan Komandan Senior Kataeb Hezbollah di Baghdad

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Serangan drone militer Amerika Serikat (AS) menargetkan komandan senior Kataeb Hezbollah, Abu Baqir Al Saadi, di Baghdad, Irak pada Rabu (7/2/2024), menewaskan Saadi beserta dua pengawalnya.

Saadi dikenal sebagai salah satu pemimpin kelompok tersebut dan diduga terlibat dalam serangan terhadap pasukan AS di wilayah tersebut.

- Advertisement -

Pentagon menyatakan bahwa Saadi telah memimpin beberapa serangan terhadap pasukan AS, sementara AS juga mengaitkan Kataeb Hezbollah dengan serangan drone di Yordania bulan sebelumnya yang menewaskan tiga tentara Amerika.

Serangan ini memaksa Kataeb Hezbollah untuk menghentikan pertempuran dengan pasukan AS guna mencegah pemerintah Irak terpermalukan.

Dilaporkan bahwa serangan drone terjadi di wilayah Mashtal di Bagdad, dengan ledakan keras terdengar pada pukul 21.30 waktu setempat. Belum ada laporan kerusakan tambahan atau korban sipil setelah serangan tersebut.

- Advertisement -

Kejadian ini terjadi beberapa hari setelah AS melancarkan serangkaian serangan di Suriah dan Irak sebagai tanggapan atas serangan drone yang fatal pada 28 Januari 2024.

Presiden AS Joe Biden menyatakan bahwa gelombang serangan tersebut merupakan awal dari respons Amerika atas serangan terhadap pasukannya.

Pasukan AS telah menjadi target
serangan roket dan drone hampir setiap hari sejak pecahnya perang antara Israel dan Hamas di Gaza pada 7 Oktober 2023.

Pada 4 Januari 2024, AS juga melancarkan serangan udara di Bagdad terhadap pemimpin Harakat Al Nujaba, kelompok yang juga terlibat dalam serangan terhadap pasukan Amerika.

AS memiliki sekitar 2.500 tentara di Irak dan 900 prajurit di negara tetangganya, Suriah, dalam misi memerangi kelompok ISIS. Demikian melansir BBC.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Aktivitas Gunung Slamet Meningkat, Radius Bahaya Diperluas

JCCNetwork.id-Aktivitas vulkanik Gunung Slamet menunjukkan peningkatan signifikan setelah suhu kawah tercatat mencapai 460 derajat Celsius. Merespons kondisi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER