JCCNetwork.id – Pada Minggu (28/1/2024), Kerajaan Arab Saudi mengungkapkan tudingan serius terhadap Israel, menyebut bahwa negara itu menerapkan kebijakan kelaparan secara sistematis di Jalur Gaza. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, dalam sebuah konferensi pers bersama mitranya dari Mesir, Sameh Shoukry, di Kairo.
Pangeran Faisal menyerukan agar Israel mematuhi hukum internasional dan hukum kemanusiaan serta menuntut perlunya sebuah resolusi internasional yang mengikat untuk menghentikan agresi pendudukan Israel terhadap Gaza.
Kerajaan Arab Saudi pada Ahad (28/1) menuduh Israel menerapkan kebijakan sistematis yang membuat penduduk Jalur Gaza kelaparan.
“Israel menerapkan kebijakan kelaparan yang sistematis di Jalur Gaza,” kata Shoukry.
Ia juga menyoroti kepatuhan terhadap putusan sementara Mahkamah Internasional (ICJ) yang mengakui klaim Afrika Selatan bahwa Israel melakukan genosida di Gaza. ICJ telah mengeluarkan putusan sementara yang menekankan agar Israel menghentikan penghalangan pengiriman bantuan ke Gaza dan memperbaiki situasi kemanusiaan.
Meskipun ICJ telah mengambil langkah ini, Israel nampaknya tidak menggubris putusan tersebut. Mereka terus melanjutkan serangan intensif di Jalur Gaza, menyebabkan korban jiwa warga Palestina mencapai lebih dari 26.000, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, sedangkan ribuan lainnya mengalami luka-luka sejak 7 Oktober, menurut otoritas kesehatan Palestina.



