Wabah Campak di Garut Capai 110 Kasus, Pemerintah Percepat Vaksinasi

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id- Penyebaran kasus Campak di Kabupaten Garut, Jawa Barat, dilaporkan masih berlangsung dan telah menjangkau puluhan kecamatan. Meski demikian, otoritas kesehatan setempat menyebut laju penularan mulai menunjukkan tren penurunan dalam beberapa waktu terakhir.

Dinas Kesehatan Garut mencatat hingga Rabu (22/4/2026), kasus campak telah ditemukan di sedikitnya 35 kecamatan. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Garut, Asep Surahman, mengatakan angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses pelacakan dan pelaporan yang terus berjalan.

- Advertisement -

“Kasus campak sudah menjangkau 35 kecamatan. Kemungkinan masih bisa bertambah, namun dari data saat ini trennya mulai landai,” ujarnya.

Sebagai upaya pengendalian, pemerintah daerah mempercepat pelaksanaan imunisasi massal dengan menyasar anak usia 9 hingga 59 bulan. Program ini menjadi langkah utama untuk menekan angka penularan di tengah meningkatnya kasus dalam beberapa pekan terakhir.

Dari total sasaran sebanyak 168.383 anak, capaian imunisasi telah mencapai 81,47 persen hanya dalam kurun waktu tiga minggu. Dinas Kesehatan memastikan program tersebut akan terus dilanjutkan hingga pekan kedua Mei 2026 guna mencapai target maksimal.

- Advertisement -

“Program ini cukup berhasil dan akan terus berlangsung hingga minggu kedua Mei 2026,” kata Asep.

Pihaknya juga menegaskan bahwa vaksin yang digunakan dalam program tersebut aman, termasuk alat suntik yang telah memenuhi standar kesehatan. Masyarakat diminta tidak ragu membawa anak ke fasilitas layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan imunisasi.

Berdasarkan data terbaru, total kasus campak yang terkonfirmasi di Garut mencapai 110 kasus, dengan rentang usia pasien mulai dari balita hingga dewasa. Sejumlah pasien diketahui menjalani perawatan baik di rumah sakit maupun di puskesmas.

Secara klinis, campak umumnya diawali dengan gejala demam tinggi yang kemudian diikuti munculnya ruam merah pada kulit. Pada beberapa kasus, penderita juga mengalami batuk dan diare yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan cepat.

“Awalnya seperti batuk biasa, lalu demam tinggi, kemudian muncul ruam merah. Ada juga yang disertai diare,” jelasnya.

Secara nasional, Garut masuk dalam daftar 102 daerah prioritas penanganan campak. Tingginya angka kasus menjadi dasar pemerintah pusat untuk mempercepat intervensi, termasuk melalui program imunisasi di sejumlah wilayah, seperti Garut dan Tasikmalaya.

Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala campak, terutama pada anak-anak. Orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila menunjukkan tanda-tanda penyakit guna mencegah penyebaran yang lebih luas.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

KRL Bogor-Jakarta Ditambah 13 Perjalanan

JCCNetwork.id- PT KAI Commuter menambah 13 perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) pada relasi Jakarta-Bogor dan Bogor-Jakarta mulai Rabu, 10 September 2026. Langkah tersebut ditempuh...

BGN Tutup 1.999 Dapur MBG Tak Ber-SLHS

KPK Periksa Dirut PT MSA

Kantor BGN Pindah ke Grha Merah Putih

Kemarau Rusak Sawah Pandeglang

Tiger Woods Kehilangan SIM 5 Tahun

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER

BGN Tutup 1.999 Dapur MBG Tak Ber-SLHS

Harry Kane Kandidat Ballon d’Or 2026

Uang Korban Loker Dikembalikan

Ladang Ganja OPM Digerebek TNI

RUU Perampasan Aset Soroti Pajak