JCCNetwork.id- Jerry Massie, seorang pemerhati sepakbola, menekankan penting strategi jitu untuk Tim Garuda dalam menghadapi tim Samurai/Sakura Jepang. Kebutuhan perkuatan dalam man to man marking atau zona marking, menekankan pentingnya kerja keras menghadapi kekuatan, semangat, dan kecepatan Jepang.
“Saat menghadapi lawan yang punya power, spirit, and speed seperti Jepang, Indonesia harus bekerja keras. Tekanan pada bola harus tepat dan terarah,” ungkap Jerry kepada wartawan, Rabu (24/1/2024).
Dalam analisisnya, ia rekomendasikan penggunaan pemain naturalisasi oleh Shin Tae-yong, terutama di posisi defender seperti Sandy Walsh, Justin Hubner, Jordy Amat, dan Shayne Pattinama dalam formasi 4 defender. Massie menegaskan agar formasi tidak menggunakan 3 defender, melainkan lebih baik menggunakan 4-4-2, 4-3-2-1, atau defense only 5-3-2.
“Jangan samakan formasi dengan Jepang dan Vietnam. Melawan Irak, boleh menggunakan 3 defender dan 5 midfielder. Formasi Qatar yang mengalahkan Jepang pada Piala Asia 2019, yaitu 4-2-3-1, bisa menjadi pilihan bagus melawan Jepang,” tambahnya.
Ia juga menyoroti kelemahan Jepang dalam heading (bola kepala) dan mengusulkan memanfaatkan keunggulan jump power pemain Indonesia, khususnya dengan memainkan Elkan Baggot yang tinggi 1,94 M dan Justin yang hampir mencapai 1,90 M.
“Kekalahan Jepang dari Irak melalui gol sundulan kepala menunjukkan kelemahan mereka, dan ini harus dimanfaatkan oleh Indonesia,” lanjutnya.
Dalam hal pemain di posisi midfielder, Massie merekomendasikan Marcelino Ferdinand, Ivar Jenner, dan Yakob Sayuri, atau mencoba Shayne Pattinama di posisi ini. Analisis Jerry memberikan pandangan taktis yang mendalam untuk membantu Tim Garuda menghadapi tantangan besar di lapangan hijau.























