JCCNetwork.id – Perbincanngan terus menyelimuti langkah calon wakil presiden nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, yang secara mengejutkan mengunjungi ulama kharismatik Banten, Abuya Muchtadi, di kediamannya di Cidahu Cadasari Pandeglang, Banten, pada Jumat (8/12/2023) malam.
Sebagai respons, Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 98 (Jari 98), Willy Prakarsa, memberikan tanggapan yang menarik. Ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut seharusnya dianggap sebagai silaturahmi biasa, tak lebih dari akhlaqul karimah yang dimiliki Gibran dalam bersosialisasi dengan tokoh agama. Bagi Willy, seperti sowan ke orang tua, pertemuan ini seharusnya tidak memicu kontroversi berlebihan.
“Tentunya Gibran sangat menghargai dan menghormati Abuya Muchtadi sebagai Ulama dan tokoh kharismatik Banten,” kata Willy Prakarsa kepada awak media, Minggu (10/12/2023).
Yang menarik, Abuya Muchtadi sendiri, meskipun menerima kunjungan dari calon wakil presiden, dengan tegas menyatakan dukungannya tetap untuk pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud Md. Jadi, bagi Willy Prakarsa, sikap Abuya Muchtadi menunjukkan bahwa pertemuan tersebut tidak mengubah kesetiaan politik ulama kharismatik tersebut.
Untuk itu, langkah Gibran ini bukanlah alasan untuk memunculkan permusuhan atau fanatisme politik. Sebab, Gibran tetap menganggap pihak yang bersebrangan pandangan politik tetap sebagai kawan, dan sikap ini seharusnya menjadi contoh dalam dinamika politik yang terus berkembang.
“Tentunya Gibran sangat menghargai dan menghormati Abuya Muchtadi sebagai Ulama dan tokoh kharismatik Banten. Soal dukungan Pilpres bukan berarti Gibran harus bermusuhan dan menjadi fanatik, namun ia menjadikan musuh sebagai kawan,” tambah Willy Prakarsa.
Willy Prakarsa menegaskan pentingnya melihat kedatangan Gibran secara utuh dan menyeluruh, serta mengambil pesan positif dari situasi ini. Bahkan bila ada sebuah episode politik yang meskipun kontroversial, seharusnya menjadi momentum memperkuat esensi persatuan dalam perbedaan di tengah dinamika politik yang terus mengalir.
“Buat rakyat Indonesia berbeda pilihan boleh namun tetap memelihara persatuan dan kesatuan. Gibran tokoh muda kharismatik calon pemimpin yg harus kita jadikan cerminan,” tandasnya.



