Peneliti TII: Transisi Energi Berkeadilan Itu No One Left Behind

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id- Policy Talks (PolTalks) The Indonesian Institute (TII) kembali digelar hari ini, Kamis, 19 Oktober 2023. PolTalks kali ini membahas mengenai “Upaya Akselerasi Transisi Energi Berkeadilan di Indonesia”. Asrul Ibrahim Nur, Ph.D Candidate University of Debrecen, Hungaria yang juga merupakan Research Fellow TII dan Analis Hukum pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengatakan bahwa transisi energi berkeadilan adalah sebuah keharusan agar tidak ada yang no one left behind.

“Transisi energi berkeadilan itu, dalam bahasanya SDGs-nya, no one left behind. Jadi jangan sampai ada sekelompok masyarakat, komunitas yang tidak menikmati atau ketinggalan dalam proses transisi energi ini. Transisi energi berkeadilan ini utamanya memperhatikan kelestarian lingkungan,” ungkap Asrul.

- Advertisement -

Senada dengan Asrul, peneliti bidang ekonomi The Indonesian Institute, Putu Rusta Adijaya, menyampaikan bahwa transisi energi berkeadilan memang harus menyeimbangkan ekonomi, sosial, dan lingkungan.

“Dalam teori doughnut economics dikatakan bahwa social boundaries dan planetary boundaries harus seimbang. Transisi energi berkeadilan harus dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan juga menjaga iklim,” ungkapnya.

Asrul lebih jauh menjelaskan bahwa penggunaan energi terbarukan dapat menyesuaikan dengan kondisi geografis daerah.

- Advertisement -

“Misalnya, di daerah yang banyak sinar matahari dapat menggunakan pembangkit listrik tenaga surya. Dapat disesuaikan dengan kondisi geografis dan sumber daya energi terbarukan yang ada di daerah,” jelasnya.

Asrul pun menyampaikan pemerintahan saat ini sudah mengeluarkan banyak instrumen hukum yang progresif, seperti kebijakan memensiunkan PLTU dan beberapa kebijakan lainnya.

“Ada juga beberapa kebijakan lainnya, seperti Permen ESDM 16/2022 yang merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam transisi energi,” katanya.

Putu mengamini terkait kebijakan tersebut sebagai supply-side energy management. Ia berpendapat bahwa saat ini juga harga energi terbarukan semakin murah dibandingkan harga energi bahan bakar fosil.

“Ini terlihat dari levelized cost yang semakin rendah untuk energi terbarukan. Progress yang cepat dari teknologi itu membuat energi terbarukan menjadi lebih murah,” paparnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU 2026-2031

JCCNetwork.id- KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031. Penetapan tersebut dilakukan melalui...

Persib Tembus Grup ACL 2

Harga Pangan Kembali Naik

Gustavo Almeida Gabung Java United

Kekeringan Ekstrem Landa Pati

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER

BGN Soroti Kelalaian SPPG Sidoarjo

Kekeringan Ekstrem Landa Pati

Persib Tembus Grup ACL 2

Harga Emas Antam Kembali Menguat