JCCNetwork.id– Nicolo Fagioli harus berurusan dengan hukum karena tersangkut kasus judi ilegal. Namun Direktur Olahraga Juventus Cristiano Giuntoli menyebut bahwa kasus ini sebaiknya diselesaikan secara kekeluargaan bukan dengan jalur hukum.
Fagioli menjadi satu dari tiga pemain yang tersangkut kasus judi ilegal. Pemain asal Italia itupun sudah mengakui perbuatannya di kepolisian Italia serta pihak klub yang dibelanya, Juventus, sejak Agustus lalu.
Gelandang berusia 21 tahun itu sempat nekat berhutang dalam jumlah banyak lantaran sudah kecanduan berjudi ilegal. Kasus ini juga menjerat beberapa pemain Italia lainnya yakni, Sandro Tonali dan Nicolo Zaniolo. Dan masih beberapa pemain yang tengah diselidiki kepolisian Italia.
Larangan berjudi sejatinya telah ada dimana berbunyi, dilarang berjudi ilegal di kompetisi yang digelar oleh FIGC, UEFA, dan FIFA. Jika dilanggar maka sang pemain akan jeda merumput selama 3 tahun ditambah denda.
Menanggapi hukuman Nicolo Fagioli, Direktur Olahraga Juventus Cristiano Giuntoli menilai bahwa sebaiknya jangan diberikan hukuman melainkan dilakukan pendekatan secara kekeluargaan, agar pemain bisa menghilangkan kecanduan berjudi ilegal.
“Kami menyesali apa yang terjadi, kami amat dekat dengan Fagioli. Kami memberi tahu kantor kejaksaan federal pada saat itu, dan sang pemain serta kuasa hukumnya juga segera bersedia berkoordinasi,” ucap Giuntoli dikutip.
“Tujuannya adalah bukan untuk menghukumnya, seperti yang mungkin terjadi, tapi sebaliknya, kita perlu memberi edukasi kembali seluruh tingkatan yang ada. Kita juga punya tanggung jawab,” tandasnya.























