JCCNetwork.id- Perhimpunan Bangsa-Bangsa di Asia Tenggara atau ASEAN telah mencapai kesepakatan penting dalam upaya saling membantu mengatasi krisis pasokan beras dan isu-isu pangan lainnya. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Pertanian Malaysia dan dilaporkan oleh kantor berita Bernama.
Keputusan bersejarah ini diambil dalam pertemuan ASEAN yang berlangsung di Kuala Lumpur pada pekan ini, dengan pernyataan resmi dikeluarkan oleh Menteri Pertanian dan Ketahanan Pangan Mohamad Sabu pada Jumat (6/10/2023).
“Kolaborasi ASEAN artinya jika kita menghadapi permasalahan beras, maka ASEAN akan mengutamakan negara-negara anggotanya terlebih dahulu,” ucapnya dikutip.
Vietnam, Kamboja, dan Thailand telah mengindikasikan kesiapan mereka untuk mempertimbangkan permintaan tambahan untuk impor beras, sebagai langkah konkret untuk mengatasi masalah ini.
Malaysia, yang saat ini mengimpor sekitar 38 persen dari kebutuhan berasnya, juga merasakan dampak dari pembatasan ekspor yang diterapkan oleh India, salah satu eksportir utama beras di dunia. Pemerintah Malaysia telah mengumumkan langkah-langkah seperti subsidi dan tindakan lainnya pada hari Senin untuk menjaga harga beras tetap terjangkau dan memastikan pasokan yang stabil di pasar.
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, dengan tegas mengingatkan bahwa tindakan hukum akan diterapkan terhadap siapa pun yang kedapatan menimbun beras, sebagai langkah preventif untuk mencegah penimbunan pangan pokok yang dapat merugikan konsumen.



