Polisi Tangkap Pelaku Terkait Kasus Mayat Penuh Luka Depan Kementan

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Polisi dikabarkan berhasil menangkap pelaku pembunuhan seorang sopir taksi online dengan inisial MSD yang jenazahnya ditemukan di dekat Komplek Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, akhirnya mendapatkan titik terang. Polisi berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan tersebut.

Kepala Unit Reskrim Polsek Pasar Minggu, AKP Sofyan Suri, menjelaskan bahwa motif di balik pembunuhan ini adalah perampokan. “Pembunuhan, pembunuhan itu. Nyuri, ngambil mobil, mobilnya diambil, orangnya dibunuh,” ujarnya dikutip, Jumat (15/9/2023).

- Advertisement -

Menurut Sofyan, terduga pelaku membunuh korban dengan maksud merampas mobil yang dimilikinya. Saat ini, kasus ini telah diambil alih oleh jajaran Polda Metro Jaya, sehingga Sofyan tidak dapat memberikan informasi lebih lanjut.

“Pencurian dengan kekerasan kalau sampai meninggal, kan ada tuh 365 pasalnya. Itu kalau sampai meninggal, pencurian dengan kekerasan, tapi mengakibatkan meninggal si korbannya, yang diambil kan mobilnya itu,” katanya.

Kepolisian terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap semua fakta terkait kasus ini dan membawa pelaku ke muka hukum. Kasus ini menjadi peringatan bagi para pengemudi taksi online untuk meningkatkan keamanan dan kewaspadaan mereka saat menjalankan tugas.
Markus Sitorus

- Advertisement -

Sebelumnya diberitakan, Kasus penemuan jasad Dore (MSD), seorang sopir taksi online, di depan Kompleks Kantor Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Selasa (15/8/2023) lalu, masih menyisakan tanda tanya besar dalam benak keluarga korban. Nyaris sudah sebulan telah berlalu sejak insiden tragis itu terjadi, namun belum ada perkembangan signifikan dalam penyelidikan kasus yang ditangani oleh Polsek Pasar Minggu tersebut.

Melva Manurung, istri dari almarhum, dengan suara gemetar mengungkapkan kegelisahan atas buramnya perkembangan kasus pembunuhan sang suami.

“Ini kasusnya sudah mau hampir sebulan enggak ada proses, enggak ngerti juga saya. Kalau kita tanya jawab polisinya cuman doain aja yak biar cepat ketangkap,” ucap Melva kepada JCCNetwork.id pada Rabu (6/9/2023).

Melva menggambarkan betapa sulitnya mendapatkan informasi yang memadai dari penyidik terkait perkembangan kasus suaminya.

“Tidak ada update-update informasi. Makanya saya jadi bingung ngak ngerti juga harus bagaimana? Mau minta tolong ke siapa,” ungkapnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

KPK Dalami Peran Ajudan Fadia dalam Korupsi Proyek

JCCNetwork.id — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami keterlibatan sejumlah orang kepercayaan Bupati Pekalongan nonaktif, Fadia Arafiq, dalam perkara dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER