JCCNetwork.id-Tim gabungan pencarian dan penyelamatan (SAR) menemukan dua pendaki asal Singapura yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara.
Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu siang.
Kepala Kantor Basarnas Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan jasad kedua korban ditemukan sekitar pukul 13.00 WIT di koordinat 1°42’9.90″N / 127°52’48.50″E atau sekitar 13 meter dari titik awal sinyal darurat yang sebelumnya terdeteksi oleh Pusat Komando Nasional SAR.
Menurut Ramdani, kedua korban ditemukan dalam posisi berdekatan dan tertimpa batu besar di area sekitar kawah gunung.
Sebelumnya, tim SAR juga telah menemukan satu pendaki asal Indonesia dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu.
Usai proses identifikasi di lokasi, tim gabungan langsung mengevakuasi seluruh korban menuju pos komando utama di Desa Mamuya.
Evakuasi berlangsung di tengah hujan deras serta kondisi medan yang terjal dan berbahaya akibat aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.
“Kantong jenazah tiba di pos komando Desa Mamuya pukul 17.43 WIT, dan korban selanjutnya dibawa ke RSUD Tobelo untuk autopsi,” tambah Ramdani.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel SAR, relawan, dan unsur gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian.
Menurutnya, seluruh tim tetap menjalankan tugas secara maksimal meski menghadapi cuaca buruk dan potensi ancaman erupsi susulan.
Dengan ditemukannya seluruh korban yang sebelumnya dilaporkan hilang, operasi SAR di Gunung Dukono resmi dihentikan.
Sebelumnya, pada 8 Mei 2026, Kantor SAR Ternate menerima laporan dari Pusat Komando Nasional SAR terkait sinyal SOS darurat yang dikirim melalui perangkat pesan satelit dari kawasan Gunung Dukono.
Informasi tersebut kemudian diperkuat oleh laporan Kepala Desa Mamuya yang menyebut sejumlah pendaki mengalami luka akibat erupsi dan membutuhkan bantuan evakuasi segera.





