JCCNetwork.id- Pemerintah Jerman mengambil langkah cepat dengan meminta pembicaraan darurat bersama Duta Besar China menyusul munculnya laporan yang menyebut Beijing memberikan pelatihan kepada pasukan Rusia.
Permintaan yang disampaikan melalui Kementerian Luar Negeri Jerman itu muncul setelah laporan tersebut memicu kekhawatiran terkait meningkatnya dukungan China terhadap Rusia.
Permintaan tersebut disampaikan hanya dua hari setelah Reuters melaporkan bahwa China diduga secara tertutup melatih tentara Rusia sepanjang 2025.
Berdasarkan laporan yang dikutip Asia One pada Sabtu (4/7/2026), pelatihan itu disebut berlangsung dengan persetujuan Menteri Pertahanan Rusia atas instruksi langsung Presiden Vladimir Putin.
Sumber dari Kementerian Luar Negeri Jerman menegaskan bahwa setiap bentuk dukungan yang memungkinkan Rusia melanjutkan invasinya ke Ukraina dipandang sebagai ancaman bagi keamanan Eropa, termasuk Jerman.
Menurut sumber tersebut, meningkatnya dukungan China terhadap agresi Rusia memiliki dampak langsung terhadap stabilitas dan keamanan kawasan.
Laporan tersebut semakin memperkuat kekhawatiran pemerintah Jerman mengenai hubungan Beijing dan Moskwa di tengah perang yang masih berlangsung di Ukraina.
Hingga Jumat (3/7/2026) waktu setempat, Kedutaan Besar China belum memberikan tanggapan atas laporan tersebut karena belum dapat dihubungi.
Di sisi lain, pemerintah China sebelumnya telah membantah tuduhan tersebut. Beijing menegaskan bahwa klaim mengenai pelatihan terhadap tentara Rusia tidak memiliki dasar dan tidak sesuai dengan fakta.


