Pemerintah Kejar Target Swasembada Gula 2026

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat proses penetapan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) untuk program pengembangan dan hilirisasi perkebunan tebu tahun 2026. Langkah ini dilakukan guna mengejar target pengembangan kawasan tebu nasional seluas 97.970 hektare yang tersebar di 11 provinsi sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada gula nasional.

Percepatan tersebut dilakukan dengan melibatkan seluruh pabrik gula di Indonesia, baik milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta, untuk aktif membantu proses pemenuhan CPCL dan verifikasi lahan di lapangan. Pemerintah menilai keterlibatan industri gula menjadi faktor penting agar target pengembangan lahan tebu dapat tercapai sesuai jadwal.

- Advertisement -

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Ali Jamil, mengatakan percepatan penetapan CPCL menjadi salah satu tahapan krusial dalam pelaksanaan program pengembangan tebu nasional tahun depan. Menurutnya, seluruh pihak harus bergerak cepat agar realisasi program berjalan optimal.

Hal itu disampaikan Ali Jamil dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penetapan CPCL Program Hilirisasi Perkebunan Tebu yang digelar di Surabaya, Selasa (26/5/2026). Dalam rapat tersebut, pemerintah meminta dukungan penuh dari berbagai perusahaan gula, termasuk PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), RNI, dan sejumlah pabrik gula swasta di berbagai daerah.

“Kami meminta seluruh pabrik gula, baik SGN, RNI maupun swasta untuk bergerak cepat membantu pemenuhan CPCL. Target pengembangan tebu tahun 2026 harus tercapai sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian,” kata Ali Jamil dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penetapan CPCL Program Hilirisasi Perkebunan Tebu di Surabaya, Selasa (26/5/2026).

- Advertisement -

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini tidak hanya berfokus pada perluasan areal tanam tebu, tetapi juga membangun sistem hilirisasi yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi gula nasional sekaligus memperkuat industri berbasis tebu di dalam negeri.

Menurut Ali, proses verifikasi data CPCL terus dipercepat melalui koordinasi dengan dinas perkebunan tingkat kabupaten/kota, pemerintah provinsi, hingga Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP). Pemerintah juga meminta seluruh dokumen pendukung terkait surat keputusan yang telah diterbitkan dapat segera dilengkapi agar penetapan lahan tidak mengalami hambatan administratif.

Selain mengandalkan lahan yang telah diajukan oleh perusahaan gula dan pemerintah daerah, Kementan juga mulai mengidentifikasi sejumlah kawasan potensial lain untuk memenuhi sisa target pengembangan nasional. Beberapa lahan yang masuk dalam proses pemetaan meliputi kawasan milik TNI AD, TNI AL, TNI AU, Perhutani, kawasan Perhutanan Sosial, hingga lahan potensial lainnya yang dinilai cocok untuk pengembangan tebu.

Pemerintah menilai optimalisasi lahan menjadi langkah strategis mengingat kebutuhan gula nasional terus meningkat dari tahun ke tahun. Dengan perluasan kawasan tebu, produksi gula diharapkan dapat meningkat sehingga ketergantungan terhadap impor dapat ditekan secara bertahap.

Ali Jamil menegaskan, keberhasilan program pengembangan tebu nasional tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, sinergi lintas sektor antara pemerintah, BUMN, swasta, hingga institusi lain menjadi faktor utama dalam mendorong percepatan swasembada gula.

“Sinergi dan percepatan kerja menjadi kunci. Dengan kolaborasi semua pihak, kami optimistis target pengembangan kawasan tebu dapat tercapai dan mendukung penguatan hilirisasi perkebunan nasional,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah terus memperkuat sektor pergulaan nasional sebagai bagian dari strategi besar menuju swasembada pangan. Upaya pembenahan dilakukan secara menyeluruh mulai dari peningkatan produktivitas lahan, perluasan areal tanam, modernisasi budidaya, hingga penguatan industri hilir gula nasional.

Menurut Amran, pemerintah ingin memastikan kebutuhan gula nasional dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri sehingga Indonesia tidak terus bergantung pada pasokan impor. Karena itu, sektor tebu menjadi salah satu prioritas pembangunan pertanian nasional dalam beberapa tahun ke depan.

“Kita ingin Indonesia mampu memenuhi kebutuhan gula dari produksi dalam negeri. Karena itu, penguatan sektor tebu terus kita dorong melalui peningkatan produktivitas, perluasan areal, serta penguatan hilirisasi,” ujar Mentan Amran.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

AS Klaim Hantam 80 Target di Iran

JCCNetwork.id – Militer Amerika Serikat mengumumkan telah melancarkan serangan terhadap lebih dari 80 sasaran di Iran sebagai respons atas insiden yang disebut melibatkan serangan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER