JCCNetwork.id- Insiden keributan antara dua penumpang terjadi di dalam rangkaian KRL Commuter Line relasi Jakarta Kota–Bogor dan menjadi sorotan publik setelah videonya beredar luas di media sosial. Peristiwa tersebut diketahui berlangsung pada Kamis, 23 April 2026 sekitar pukul 19.05 WIB, saat kondisi kereta tengah dipadati pengguna.
Manajemen KAI Commuter melalui Manager Public Relations, Leza Arlan, menjelaskan bahwa keributan dipicu dugaan tindakan pelecehan yang dirasakan oleh salah satu penumpang. Korban mengaku bagian tubuh sensitifnya tersentuh oleh penumpang lain, yang kemudian memicu reaksi spontan hingga berujung adu mulut dan perkelahian di dalam gerbong.
Situasi tersebut sempat menimbulkan kegaduhan dan mengganggu kenyamanan penumpang lain di dalam kereta. Petugas keamanan yang berjaga di dalam rangkaian segera bertindak cepat untuk mengendalikan keadaan. Kedua pria yang terlibat kemudian diturunkan di Stasiun Pasar Minggu untuk penanganan lebih lanjut.
“Karena menimbulkan kegaduhan dan mengganggu kenyamanan pengguna lainnya, petugas pengamanan KRL di kereta segera menangani dengan menurunkan keduanya untuk dibawa ke Pos Pengamanan Stasiun Pasar Minggu,” ujar Leza, Sabtu (25/4/2026).
Setibanya di stasiun, keduanya dibawa ke Pos Pengamanan untuk dimintai keterangan. Proses mediasi dilakukan oleh petugas guna meredakan konflik dan mencari solusi atas permasalahan yang terjadi. Dari hasil mediasi, kedua belah pihak menyatakan bahwa insiden tersebut terjadi akibat kesalahpahaman saat kondisi kereta yang padat.
Keduanya sepakat untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan tanpa melanjutkan ke jalur hukum. Mereka juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang telah terjadi dan dampaknya terhadap kenyamanan penumpang lain.
Pihak KAI Commuter menegaskan pentingnya menjaga ketertiban selama menggunakan transportasi publik, khususnya di jam sibuk yang rawan terjadi gesekan antarpenumpang. Pengguna diimbau untuk tetap saling menghormati serta menjaga sikap agar perjalanan tetap aman dan nyaman bagi semua pihak.
“Selalu menghormati dan menjaga kenyamanan pengguna lainnya saat berada dalam perjalanan Commuter Line,” ucapnya.
Selain itu, KAI Commuter juga mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan kepada petugas apabila mengalami atau menyaksikan tindakan yang tidak pantas selama perjalanan. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah konflik meluas dan memastikan penanganan cepat di lapangan.
Insiden ini kembali menjadi pengingat bahwa kepadatan di transportasi umum memerlukan kesadaran kolektif dari seluruh pengguna agar situasi tetap kondusif dan terhindar dari potensi konflik.



