JCCNetwork.id- Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali meningkat. Gunung yang berstatus Level III atau Siaga itu meletus pada Jumat (19/9/2025) malam, dengan kolom abu vulkanik menjulang hingga sekitar 6.000 meter di atas puncak.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan, letusan terjadi pada pukul 22.46 WITA. Kolom abu berwarna kelabu pekat terpantau jelas condong ke arah barat daya dan barat.
“Telah terjadi erupsi G. Lewotobi Laki-laki, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 19 Septembert 2025 pukul 22:46 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 6.000 m di atas puncak (± 7.584 m di atas permukaan laut),” tulis Badan Geologi Kementerian ESDM dikutip, Sabtu (20/9/2025).
Meski erupsi terbilang signifikan, status gunung masih berada di Level III atau Siaga. Dengan kondisi tersebut, masyarakat maupun wisatawan dilarang melakukan aktivitas dalam radius 6 kilometer dari kawah utama. Badan Geologi juga meminta masyarakat tetap tenang, tidak terpancing isu yang tidak jelas sumbernya, serta mengikuti arahan pemerintah daerah setempat.
Selain itu, warga diminta mewaspadai potensi bahaya lanjutan berupa banjir lahar hujan. Sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki dinilai berisiko menjadi jalur aliran material vulkanik saat hujan deras turun. Untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik, masyarakat juga dihimbau menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut agar tidak terpapar partikel berbahaya yang dapat mengganggu sistem pernapasan.
“Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Folres Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becana Geologi, Badan Geologi di Bandung,” demikian keterangan Badan Geologi Kementerian ESDM.
Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki bukan kali pertama terjadi sepanjang 2025. Aktivitas vulkanik gunung berketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut itu sudah beberapa kali menunjukkan peningkatan, sehingga warga di sekitar kawasan rawan bencana diingatkan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.























