JCCNetwork.id- Pengamat politik Muhammad Qodari mengungkapkan hasil survei terbaru yang menunjukkan bahwa 75 persen masyarakat Indonesia merasa puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sementara itu, hanya sekitar 25 persen yang menyatakan ketidakpuasan. Hasil ini menunjukkan bahwa kritik yang ada selama 10 tahun masa kepemimpinan Jokowi tak serta-merta menggugurkan apresiasi publik terhadap prestasinya.
“Kritik yang ada itu saya yakin itu tidak diterima dan alam pikirannya itu berbeda dengan yang 75%, kritik itu akan resonansinya buat terjadi kepada yang 25% yang tidak puas,” kata Qodari melansir Indonesia Lawyers Club.
Qodari juga merinci sejumlah prestasi Jokowi yang berhasil meningkatkan taraf hidup masyarakat, terutama di pedesaan. Salah satu pencapaian signifikan adalah pembangunan 366.000 km jalan desa yang membuka akses wilayah terpencil dan mempercepat perputaran ekonomi lokal.
Tak berhenti di situ, Jokowi juga berhasil membangun 1,9 juta meter jembatan desa, 1,1 juta hektar jaringan irigasi baru, hingga 6.000 km jalan nasional. Proyek besar lainnya, seperti 43 bendungan serta 2.700 km jalan tol baru, semakin memperkuat konektivitas antarwilayah. Di sektor transportasi, 50 pelabuhan dan bandara baru juga telah berdiri, mempermudah mobilitas masyarakat dan arus logistik.
“Mungkin dinikmati juga oleh Bang Faizal (Faizal Asegaf) kalau bepergian oleh Adhie Massardi yang suka jalan-jalan, kalau Ray (Ray Rangkuti) kayaknya kurang suka jalan-jalan” canda Qodari.
Selain infrastruktur, kebijakan Jokowi juga terbukti efektif menekan angka kemiskinan. Dari data yang disampaikan, kemiskinan nasional turun dari 11 persen menjadi 9 persen, sementara kemiskinan ekstrem berhasil menyusut dari 6 persen menjadi 0,8 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia juga mengalami peningkatan dari 68 menjadi 74 poin, mencerminkan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
“Makanya katanya tadi dibilang 1000, saya juga punya 1000. Yang 25 persen punya seribu yang 75 persen juga punya 1000 prestasi Jokowi,” tegas Qodari.



