JCCNetwork.id – Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, dan Menlu Belanda, Hanke Bruins Slot, mengadakan pertemuan bilateral penting di Den Haag.
Dalam diskusi tersebut, keduanya menyoroti kerja sama ekonomi, termasuk rencana aksi 2024-2025, serta isu-isu kemanusiaan, khususnya terkait Palestina.
Retno Marsudi menekankan pentingnya
hubungan ekonomi Indonesia-Belanda, mencatat Belanda sebagai mitra dagang dan investasi terbesar di Eropa.
Dia juga menyampaikan harapannya agar Rencana Aksi 2024-2025 dapat diimplementasikan secara efektif.
Pertemuan ini juga mencakup prioritas kerja sama seperti transisi energi, industri digital, dan restitusi barang bersejarah Indonesia.
Retno menyoroti arti kerjasama dalam produksi kelapa sawit berkelanjutan, sedangkan Menlu
Belanda memberikan dukungan penuh terhadap aplikasi Indonesia untuk bergabung dengan OECD.
Dalam konteks regional, keduanya membahas kerja sama ASEAN-EU menjelang pertemuan di Brussels, dengan Retno mengungkapkan kemajuan dalam negosiasi CEPA.
Dia menekankan pentingnya prinsip saling menguntungkan dalam negosiasi tersebut.
Isu Palestina juga menjadi sorotan, dengan Retno menyampaikan kekhawatiran atas situasi kemanusiaan di Jalur Gaza. Pembekuan dukungan keuangan terhadap UNRWA oleh beberapa negara donor, termasuk Belanda, menjadi perhatian utama.
Retno menegaskan pentingnya investigasi komprehensif terkait tuduhan Israel, sementara Belanda mendukung solusi dua negara.
Pertemuan ini mencerminkan kerja sama yang kuat antara Indonesia dan Belanda dalam berbagai bidang, sambil tetap memperhatikan isu-isu kemanusiaan di tingkat global.



