JCCNetwork.id – Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia tengah giat melakukan penyelidikan mendalam terkait laporan masyarakat. Yakni mengenai dugaan keterlibatan Anggota Bawaslu Papua Tengah dengan inisial GT (30) dalam kelompok kriminal bersenjata (KKB).
“Kami lagi klarifikasi kepada yang bersangkutan (GT),” ujar Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja dikutip hari ini.
Bagja mengungkapkan, bahwa pihaknya sedang berupaya keras melakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan. Kemudian juga penting memberi kesempatan kepada GT memberikan klarifikasi dan menjelaskan isu yang menimpa dirinya.
Selain itu, Bawaslu juga sedang menjalin kerjasama erat dengan Badan Intelijen Negara (BIN) serta pihak kepolisian setempat guna mengumpulkan informasi yang lebih mendalam mengenai kasus ini.
“Apakah yang bersangkutan memang diindikasikan termasuk Organisasi Papua Merdeka (OPM)? Ini harus jelas juga, jangan sampai bukan OPM kita tuduh OPM juga,” ucapnya.
Bagja menekankan bahwa jika GT terbukti terlibat dalam KKB, Bawaslu akan segera melaporkan kasus ini kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan menuntut pemecatan GT dari jabatannya sebagai anggota Bawaslu.
“Kami akan mengajukan kepada DKPP untuk memberhentikan yang bersangkutan,” tegasnya.
Dalam menjawab pertanyaan mengenai proses seleksi anggota Bawaslu Kabupaten/Kota, Bagja menjelaskan bahwa prosesnya sangat ketat. Calon anggota harus melewati serangkaian tes, termasuk Computer Assisted Test (CAT) yang menguji wawasan kebangsaan.
Setelah melewati semua seleksi, calon anggota Bawaslu Kabupaten/Kota akan dipilih oleh Bawaslu RI sebagai penentu akhir. Oleh karena itu, Bagja menegaskan bahwa Bawaslu RI telah melakukan seleksi yang sangat ketat.
“Seharusnya kan tidak (dibilang Bawaslu kebobolan), kalaupun ada seharusnya timsel sudah terdeteksi. Seharusnya ya, kami berbicara seharusnya, bukan faktanya,” tandasnya.



