JCCNetwork.id- Pemerintah telah meninggalkan jejak-jejak masa Soeharto yang otoriter dan kini memiliki wajah yang lebih mewakili kerakyatan. Namun, pertanyaannya mengapa masih ada yang terus-terusan berteriak tentang gerakan people power? Demikian kata pegiat media sosial Eko Kuntadhi.
“Pemerintah sudah berubah tidak berwajah seperti Soeharto berubah wajah kerakyatan Kenapa mesti teriak people power lagi,” ujar Eko melansir dari akun Yotube Cokro TV.
Dalam menghadapi bonus demografi yang sedang berlangsung, dibutuhkan proses politik yang sehat menjaga negara ini ke arah kemajuan. Bukan disuruh bergelut sesama anak bangsa hanya karena berbeda pandangan politik.
Eko mengingatkan masyarakat tidak terjebak dengan teriakan-teriakan gerakan people power yang terus digaungkan. Para penggagas gerakan ini dinilai hanya politisi biasa yang tidak benar-benar memperhatikan penderitaan rakyat.
Jika terjadi konflik antar sesama rakyat, mereka bahkan akan tertawa di tengah kerusuhan dan penderitaan yang melanda.
“Jangan mau dengarkan orang-orang yang teriak people power, teriak pemakzulan. Mereka cuma politisi tidak peduli dengan penderitaan rakyat,” tandasnya.



