JCCNetwork.id- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia masih akan diguyur hujan dalam beberapa hari ke depan. Intensitas hujan umumnya berada pada kategori ringan hingga sedang, namun berpotensi meningkat menjadi lebat di sejumlah daerah.
Dalam keterangan resmi yang dirilis Senin (13/4/2026), BMKG mengungkapkan wilayah yang berisiko mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat tersebar luas, mulai dari kawasan Sumatra seperti Aceh, Sumatra Barat, Riau, hingga Lampung. Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di Pulau Jawa, termasuk Banten, Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Selain itu, potensi hujan lebat turut meluas ke wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, hingga sebagian besar Papua. BMKG menilai kondisi atmosfer yang masih aktif menjadi salah satu pemicu meningkatnya curah hujan di berbagai kawasan tersebut.
Secara khusus, BMKG mengeluarkan peringatan dini dengan status siaga untuk sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. Daerah yang masuk kategori ini antara lain Jawa Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, serta Papua Pegunungan. Sementara itu, potensi angin kencang juga terdeteksi berpeluang terjadi di wilayah Papua Barat Daya.
“Dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan, masyarakat dan pemangku kepentingan diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi,” tulis BMKG dalam keterangannya, Senin, 13 April 2026.
BMKG mengingatkan bahwa kondisi cuaca ekstrem dapat berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat. Hujan lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang berisiko mengganggu transportasi darat, laut, maupun udara, serta meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Pengguna jalan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan genangan air, berkurangnya jarak pandang, hingga risiko kecelakaan. Di sisi lain, masyarakat juga diimbau mengantisipasi potensi pohon tumbang, baliho roboh, serta bahaya sambaran petir.
BMKG turut mengingatkan agar masyarakat menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, maupun bangunan yang tidak kokoh saat hujan deras disertai angin kencang. Aktivitas di ruang terbuka juga sebaiknya dibatasi ketika kondisi cuaca memburuk.
Untuk meminimalkan risiko, BMKG menekankan pentingnya memantau perkembangan informasi cuaca secara berkala melalui kanal resmi, termasuk situs web, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial. Pembaruan informasi cuaca akan terus dilakukan mengikuti dinamika atmosfer yang masih berlangsung.
“Informasi ini akan terus diperbarui mengikuti perkembangan cuaca terbaru agar masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman,” tulis BMKG.
BMKG berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan agar dampak dari potensi cuaca ekstrem dapat diminimalkan.



