JCCNetwork.id- Polemik administrasi pemain mengguncang kompetisi sepak bola Belanda setelah klub Go Ahead Eagles terancam kehilangan sejumlah pemain kunci akibat persoalan status kewarganegaraan dan perizinan kerja.
Kasus ini mencuat usai kemenangan telak 6-0 atas NAC Breda yang kemudian berujung protes dari pihak lawan. NAC Breda meminta pertandingan diulang dengan alasan salah satu pemain Go Ahead Eagles, Dean James, diduga tidak memenuhi syarat untuk tampil.
Permasalahan bermula dari perubahan status kewarganegaraan Dean James yang kini tercatat sebagai Warga Negara Indonesia. Dengan status tersebut, ia tidak lagi menggunakan paspor Belanda dan wajib memenuhi ketentuan sebagai pemain non-Uni Eropa, termasuk kepemilikan izin kerja resmi serta pendaftaran administratif yang sesuai regulasi liga.
Dampak dari persoalan tersebut membuat Dean James untuk sementara tidak dapat memperkuat tim. Kondisi serupa juga dialami Richonell Margaret yang turut terseret dalam polemik administrasi.
Kapten tim Joris Kramer menyatakan situasi ini berada di luar kendali pemain. Ia menegaskan tim hanya bisa menunggu kepastian dari otoritas terkait sambil berharap kedua pemain tersebut dapat segera kembali memperkuat skuad.
“Kami sebagai tim tidak punya kendali atas situasi ini. Hal itu di luar jangkauan kami dan kami hanya bisa menunggu. Mereka adalah dua pemain yang memiliki kualitas luar biasa. Kami hanya perlu bersabar, tapi saya yakin semuanya akan baik-baik saja,” katanya dikutip dari Voetbal Primeur, Senin (6/4/2026).
Kehilangan dua pemain tersebut dinilai berdampak signifikan terhadap performa tim. Sepanjang musim berjalan, Dean James telah mencatat 33 penampilan dengan kontribusi satu gol dan empat assist. Sementara Richonell Margaret tampil dalam 29 pertandingan dengan torehan satu gol dan tiga assist.
Kasus ini tidak hanya berdampak pada Go Ahead Eagles, tetapi juga menyeret sejumlah pemain lain, termasuk mereka yang memiliki keterkaitan dengan Timnas Indonesia dan berkarier di Belanda. Beberapa nama seperti Nathan Tjoe-A-On, Tim Geypens, dan Justin Hubner disebut turut terdampak.
Polemik ini juga melibatkan pemain naturalisasi dari negara lain seperti Suriname dan Cape Verde yang menghadapi persoalan serupa terkait administrasi dan status registrasi.
Federasi sepak bola Belanda, KNVB, dilaporkan telah mengambil langkah dengan membekukan sementara total 25 pemain yang terindikasi bermasalah secara administratif.
Kasus tersebut masih dalam proses penanganan dan berpotensi memengaruhi jalannya kompetisi, termasuk kemungkinan peninjauan ulang hasil pertandingan yang telah berlangsung.



