JCCNetwork.id- Arus kendaraan yang meninggalkan Jakarta menuju wilayah timur melalui ruas PT Jasamarga Transjawa Tol pada periode libur Tahun Baru Imlek 2026 mengalami lonjakan signifikan. Perusahaan mencatat kenaikan volume lalu lintas hingga 33 persen dibandingkan hari normal.
Lonjakan tersebut terpantau pada periode H-4 hingga H-3 Imlek, yakni 13–14 Februari 2026. Kendaraan yang melintas menuju arah Timur Trans Jawa melalui Gerbang Tol Cikampek Utama tercatat sebanyak 85.483 unit. Angka ini meningkat 33,20 persen dari volume lalu lintas normal yang berada di kisaran 64.175 kendaraan.
“(Volume kendaraan) meningkat 33,20 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 64.175 kendaraan,” kata Ria dalam keterangannya, Minggu (16/2/2026).
VP Corporate Secretary & Legal JTT, Ria Marlinda Paallo, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (16/2/2026), menjelaskan bahwa peningkatan arus sudah terlihat sejak empat hari sebelum perayaan Imlek. Kenaikan ini dipicu mobilitas masyarakat yang memanfaatkan libur panjang untuk bepergian ke luar kota.
Sementara itu, arus kendaraan dari arah Timur menuju Jakarta melalui Gerbang Tol Cikampek Utama juga mengalami peningkatan, meski tidak sebesar arus mudik. Tercatat 59.622 kendaraan melintas ke arah barat, naik 6,28 persen dibandingkan volume normal sebanyak 56.098 kendaraan.
“Di arah sebaliknya, pergerakan kendaraan dari Wilayah Timur Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama tercatat 59.622 kendaraan, naik 6,28 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 56.098 kendaraan,” tuturnya.
Tak hanya di jalur utama Cikampek, lonjakan volume kendaraan juga terjadi di sejumlah gerbang tol strategis yang dikelola JTT di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Di Gerbang Tol Kalikangkung, arus kendaraan menuju Semarang mencapai 49.305 unit atau melonjak 36 persen dari kondisi normal sebanyak 36.255 kendaraan. Sedangkan kendaraan yang meninggalkan Semarang tercatat 34.558 unit, meningkat 15,27 persen dari lalu lintas normal 29.979 kendaraan.
Kondisi serupa terlihat di Gerbang Tol Banyumanik. Arus kendaraan menuju Solo tercatat 67.054 unit atau naik 26,13 persen dari rata-rata normal 53.162 kendaraan. Untuk arah sebaliknya menuju Jakarta, volume kendaraan mencapai 44.414 unit atau meningkat 17,03 persen dari angka normal 37.951 kendaraan.
Di wilayah Jawa Timur, Gerbang Tol Warugunung mencatat 47.998 kendaraan menuju Surabaya atau naik 13,67 persen dibandingkan kondisi normal 42.226 kendaraan. Sementara arus menuju Jakarta mencapai 52.951 kendaraan, meningkat cukup signifikan sebesar 29,92 persen dari volume normal 40.757 kendaraan.
Peningkatan juga terjadi di Gerbang Tol Kejapanan Utama. Sebanyak 60.115 kendaraan tercatat menuju Malang atau naik 13,08 persen dari kondisi normal 53.163 kendaraan. Untuk arah Surabaya, volume kendaraan mencapai 55.392 unit, meningkat 8,35 persen dibandingkan lalu lintas normal 51.121 kendaraan.
Adapun di Gerbang Tol Singosari, arus menuju Malang tercatat 34.793 kendaraan atau naik 8,27 persen dari angka normal 32.134 kendaraan. Sementara kendaraan menuju Surabaya mencapai 29.155 unit, meningkat 11,44 persen dari kondisi normal 26.162 kendaraan.
Manajemen JTT mengimbau seluruh pengguna Jalan Tol Trans Jawa agar tetap memprioritaskan aspek keselamatan selama perjalanan. Pengguna jalan diminta merencanakan waktu keberangkatan, memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima, serta mengecek kecukupan bahan bakar dan saldo uang elektronik sebelum memasuki ruas tol.
Selain itu, pengendara juga diingatkan untuk mematuhi rambu lalu lintas serta arahan petugas di lapangan guna menjaga kelancaran arus selama periode libur panjang. Informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas di jaringan tol Jasa Marga Group dapat diakses melalui layanan One Call Center 24 jam di nomor 14080.
“Kepatuhan terhadap rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan sangat diperlukan demi kelancaran dan keselamatan bersama. Informasi kondisi lalu lintas jalan tol Jasa Marga Group dapat diakses melalui One Call Center 24 jam di nomor 14080,” katanya.



