JCCNetwork.id-Kawasan Industri Kendal (KIK) atau Kendal Industrial Park (KIP) kian mengukuhkan perannya sebagai penggerak utama investasi di Jawa Tengah.
Dari total realisasi investasi provinsi sebesar Rp88 triliun, Kabupaten Kendal menyumbang Rp15,86 triliun.
Lebih dari 90 persen kontribusi tersebut berasal dari aktivitas investasi di KIP.
Executive Director KIP Juliani Kusumaningrum mengungkapkan, dari total investasi Kendal, sekitar Rp15,6 triliun bersumber dari kawasan industri seluas 2.200 hektare tersebut ke
“Dari realisasi Rp 88 triliun se-Jawa Tengah, Kendal mencapai Rp 15,86 triliun. Dan hampir semuanya (Rp 15,6 triliun) berasal dari KIP. Bisa dibilang di atas 90%,” jelas Juliani saat berkunjung ke kantor B-Universe, Kamis (12/2/2026).
Menurut dia, capaian tersebut tidak hanya didorong masuknya investor baru, tetapi juga ekspansi pelaku usaha yang telah lebih dulu beroperasi di kawasan itu.
Kepercayaan investor existing disebut menjadi faktor kunci pertumbuhan investasi.
Manajemen KIP menerapkan strategi berlapis untuk menarik dan mempertahankan investor.
Selain menyediakan infrastruktur dasar yang lengkap, pengelola juga memberikan layanan terpadu mulai dari pengurusan perizinan konstruksi hingga tahap operasional.
Sejumlah insentif fiskal turut menjadi daya tarik tambahan.
Salah satu insentif datang dari Pemerintah Kabupaten Kendal berupa potongan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar 50 persen bagi perusahaan yang bermitra dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
“Dengan syarat perusahaan bermitra dengan UMKM Kendal, BPHTB dari 5% cukup bayar 2,5% saja,” ujar Juliani.
Ia menilai kebijakan tersebut berdampak signifikan terhadap peningkatan investasi sekaligus mendorong keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok industri.
Pertumbuhan investasi di KIP juga disebut berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja serta penurunan angka pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Kendal.
Untuk tahun 2025, KIP menargetkan realisasi investasi sebesar Rp7 triliun.
Sementara pada 2026, target tersebut ditingkatkan menjadi Rp9 triliun.
Dalam rangka mencapai target tersebut, KIP mulai melakukan diversifikasi pengembangan kawasan.
Selain pabrik dan fasilitas industri, kawasan ini diarahkan menjadi kota mandiri dengan pembangunan area komersial, ritel, hunian, serta penguatan ekosistem rantai pasok di sektor fesyen, otomotif, energi terbarukan, dan elektronik.
“Target investasi KIP pada 2025 mencapai Rp 7 triliun, dan tahun ini, 2026, ditargetkan melonjak ke Rp 9 triliun,” sergahnya.
Dengan strategi ekspansi dan dukungan insentif yang berkelanjutan, KIP diproyeksikan tetap menjadi lokomotif pertumbuhan investasi Jawa Tengah dalam beberapa tahun ke depan.



