JCCNetwork.id-Pemerintah memastikan ketersediaan stok pangan nasional dalam kondisi aman dan harga bahan pokok tetap terkendali menjelang bulan suci Ramadan 2026.
Kepastian tersebut disampaikan setelah dilakukan koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha guna menjaga kelancaran pasokan dan stabilitas harga di pasar.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan, hingga awal Februari 2026 tidak terdapat gangguan signifikan pada ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.
Pemerintah terus melakukan pemantauan intensif agar kondisi tersebut tetap terjaga hingga Hari Raya Idulfitri.
“Aman, tidak ada masalah. Relatif aman,” ujar Budi saat ditemui seusai rapat di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Ia menjelaskan, koordinasi dilakukan mulai dari tingkat dinas daerah hingga distributor dan pemasok guna memastikan rantai pasok berjalan lancar.
Berdasarkan laporan pelaku usaha, distribusi bahan pangan dinilai siap memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Lebaran.
Kondisi tersebut diperkuat oleh Kementerian Pertanian yang mencatat stok beras nasional berada dalam posisi surplus.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyebutkan, stok beras nasional pada periode Januari–Maret 2026 mencapai 14,48 juta ton.
“Berdasarkan hasil pemantauan proyeksi neraca pangan serta evaluasi lapangan, kami melaporkan kondisi produksi, pasokan, dan stok pangan strategis nasional dalam kondisi cukup aman untuk menghadapi Ramadan 1447 Hijriyah,” kata Amran dalam rapat bersama Komisi IV DPR, Selasa (3/2/2026).
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan juga memastikan harga dan pasokan pangan relatif stabil.
Hal tersebut disampaikan saat melakukan inspeksi harga bahan pokok di Pasar Tradisional Pa’baeng-baeng, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (6/2/2026).
Pemerintah, kata Zulkifli, telah menyiapkan sejumlah langkah pengamanan, antara lain percepatan tanam padi di musim hujan, distribusi pasokan dari daerah surplus ke wilayah defisit, pengawasan penerapan harga eceran tertinggi (HET), pembentukan Satgas Sapu Bersih, serta pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai daerah.
Berdasarkan data pemerintah, ketersediaan sejumlah komoditas pangan strategis dinilai mencukupi kebutuhan Ramadan dan Idulfitri 2026.
Stok beras tercatat sebesar 5,12 juta ton dengan kebutuhan 1,38 juta ton. Stok telur ayam mencapai 1,38 juta ton, minyak goreng 4,47 juta ton, daging ayam 1,19 juta ton, dan daging sapi 172 ribu ton.
Presiden Prabowo Subianto turut memberikan arahan agar tidak terjadi kenaikan harga pangan menjelang Ramadan.
Instruksi tersebut disampaikan kepada jajaran kementerian terkait untuk memperkuat pengawasan di lapangan.
“Presiden selalu memerintahkan harga-harga tidak boleh naik, kalau turun boleh. Nah itu memang tidak mudah. Ya, turun boleh, tetapi naik tidak boleh,” ujar Zulhas kepada awak media di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2026).
Di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi Jakarta memastikan pasokan pangan ke ibu kota tetap lancar.
Gubernur Jakarta Pramono Anung menyatakan, distribusi bahan pangan dari daerah penghasil masih berjalan normal untuk menghadapi Imlek, Ramadan, dan Idulfitri.
“Saya selalu berkomunikasi dengan kepala daerah penghasil pangan di seluruh Indonesia yang menyuplai ke Jakarta untuk urusan pangan,” kata Pramono kepada awak media di Jakarta Barat, Selasa (3/2/2026).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Hasudungan Sidabalok menambahkan, meski terjadi peningkatan kebutuhan pada beberapa komoditas seperti telur ayam dan daging sapi, ketersediaan pangan di Jakarta tetap mencukupi.
Pemprov Jakarta juga menggelar program pangan murah keliling melalui BUMD pangan guna menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.
“Peningkatan kebutuhan pangan dengan persentase terbesar terjadi pada komoditas telur ayam yakni 7,50%, daging sapi dan kerbau sebesar 3,57%, dan bawang putih naik 3,57%,” kata Hasudungan, Selasa (3/2/2026).
Hasudungan menjelaskan, salah satu langkah yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan adalah melalui kegiatan pangan murah keliling yang dilaksanakan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pangan.
“Harapannya dengan kegiatan ini dapat mempermudah akses masyarakat terhadap pangan dengan harga terjangkau,” pungkasnya.























