JCCNetwork.id-Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mencatat kenaikan signifikan pada Jumat (9/1/2026), mendekati rekor tertinggi sepanjang masa.
Berdasarkan data resmi dari Logam Mulia, unit bisnis Antam, harga emas Antam hari ini naik Rp 25.000 menjadi Rp 2.602.000 per gram. Sementara harga buyback atau harga pembelian kembali oleh Antam juga meningkat, meski lebih kecil, yaitu Rp 2.204.000 per gram, naik Rp 21.000 dibandingkan kemarin.
Rekor tertinggi harga emas Antam sebelumnya terjadi pada 27 Desember 2025, mencapai Rp 2.605.000 per gram, dengan harga buyback di Rp 2.464.000 per gram.
Berikut daftar harga emas Antam terbaru untuk Sabtu, 10 Januari 2026:
* 0,5 gram: Rp 1.351.500
* 1 gram: Rp 2.602.000
* 2 gram: Rp 5.144.000
* 3 gram: Rp 7.691.000
* 5 gram: Rp 12.785.000
* 10 gram: Rp 25.515.000
* 25 gram: Rp 63.662.000
* 50 gram: Rp 127.245.000
* 100 gram: Rp 254.412.000
* 250 gram: Rp 635.765.000
* 500 gram: Rp 1.271.320.000
* 1.000 gram: Rp 2.542.600.000
Kenaikan harga emas Antam sejalan dengan penguatan harga emas dunia.
Pada perdagangan Jumat, harga emas spot naik 0,5% ke level USD 4.496,09 per ons, menempatkan logam mulia ini pada jalur penguatan mingguan sekitar 3,9%. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari juga meningkat 0,5% ke posisi USD 4.483 per ons.
Penguatan ini dipicu data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan, di mana nonfarm payrolls Desember hanya bertambah 50.000 pekerjaan, di bawah ekspektasi 60.000, sementara tingkat pengangguran turun ke 4,4%.
Global Head of Commodity Strategy TD Securities, Bart Melek, menilai kombinasi kondisi tersebut dengan ketegangan geopolitik dan potensi pelonggaran kebijakan The Fed, menjadi faktor positif bagi logam mulia.
Analis dari Metals Focus bahkan memproyeksikan harga emas berpotensi menembus USD 5.000 per ons pada 2026, terdorong oleh tren de-dolarisasi dan risiko geopolitik global, termasuk konflik Rusia-Ukraina, ketegangan di Iran, dan dinamika politik AS.



