JCCNetwork.id- Ketua Umum PSSI Erick Thohir membeberkan alasan di balik dominasi pemain keturunan Belanda dalam proses naturalisasi Timnas Indonesia. Menurutnya, faktor sejarah serta regulasi FIFA menjadi dua aspek yang paling memengaruhi komposisi pemain berkewarganegaraan ganda yang kini memperkuat skuad Garuda.
Dalam pernyataannya saat tampil di podcast Bukan Kaleng Kaleng, Kamis (20/11/2025), Erick menegaskan bahwa hubungan panjang Indonesia–Belanda turut membuka peluang lebih besar bagi talenta keturunan untuk memperkuat tim nasional.
“Secara historikal tentu Indonesia mempunyai kedekatan dengan Belanda dan dari 24 persen penduduk Belanda itu ada darah Indonesia,” ujar Erick Thohir dikutip dari podcast Bukan Kaleng Kaleng, Kamis (20/11/2025).
Erick menjelaskan bahwa FIFA memberikan ruang luas bagi pemain yang memiliki garis keturunan hingga tingkat kakek dan nenek untuk membela negara asal leluhurnya. Aturan inilah yang kemudian memungkinkan banyak pemain diaspora berdarah Indonesia tampil untuk Timnas.
“Pada aturan FIFA itu memperbolehkan pemain yang memiliki darah sampai kakek, nenek, bapak dan ibu bisa menjadi bagian dari Indonesia,” tambahnya.
Selain faktor keturunan, PSSI juga memanfaatkan jalur lain yang dibuka FIFA, yakni regulasi mengenai masa tinggal pemain di suatu negara. Erick menerangkan bahwa siapa pun yang bermain di kompetisi Indonesia selama lima tahun dapat dipertimbangkan untuk dipanggil ke tim nasional, tanpa melihat asal negaranya.
“Bangsa mana pun yang bermain di liga kita selama lima tahun bisa dipergunakan buat Timnas Indonesia. In realita karena kedekatan kita, memang mayoritas banyak pemain dari Belanda,” jelasnya lagi.
Meski demikian, Erick menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya bergantung pada pemain keturunan Belanda. Ia mencontohkan Adrian Wibowo, pemain berdarah Indonesia-Amerika, serta Emilio Mulyadi Audero, yang lahir di Indonesia dari ibu berkewarganegaraan Italia dan ayah Indonesia. Di kategori usia muda, Timnas U-17 juga memanggil Matthew Becker, pemain berdarah Australia–Indonesia dengan ibu asal Sumatera Utara.
Erick menambahkan bahwa strategi PSSI kini semakin inklusif dan tidak terbatas pada satu negara asal keturunan.
“Sekarang enggak hanya dari Belanda saja tetapi sudah dari berbagai negara,” tutupnya.



